Kader PKK Ikuti Pelatihan Mengolah Ikan Guna Kampanyekan Gemarikan

oleh -425 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Ikan merupakan salah satu sumber protein tinggi yang baik untuk tumbuh kembang anak. Maka dari itu, kampanye untuk mengonsumsi ikan terus disampaikan pemerintah melalui berbagai kegiatan. Diantaranya pelatihan pengolahan hasil perikanan yang digelar di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, belum lama ini.

Kegiatan ini sebagai pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan bagi usaha pengolahan dan pemasaran skala mikro dan kecil. Sasaran kegiatan selain pelaku usaha perikanan adalah para ibu-ibu PKK dari 10 desa.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo, dengan didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kudus, Catur Sulistiyanto. Sebanyak 45 peserta yang diantaranya Kader PKK akan mengikuti pelatihan selama tiga dalam mengolah makanan berbahan dasar ikan nila. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari TP PKK, karena turut mengkampanyekan Gemarikan serta pencegahan stunting.

“Saya sebagai Wakil Ketua I TP PKK maupun pribadi sangat mengapresiasi Dinas Pertanian dan Pangan yang telah memfasilitasi kegiatan. Kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan program PKK, yakni dalam mengampanyekan program gemarikan dan penanganan stunting,” ujar Mawar Hartopo.

Dirinya mengungkapkan bahwa angka stunting di Kudus masih stagnan pada 4,71 persen dan belum mengalami penurunan. Oleh sebab itu, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) menjadi penting dalam upaya peningkatan gizi anak balita. Pihaknya berharap, ikan dapat menjadi menu wajib setiap hari, karena harganya yang terjangkau dan mengandung banyak protein.

“Tiap hari minimal ada satu menu ikan, harganya juga terjangkau dan disukai anak-anak dan dewasa. Tak perlu ikan mahal, yang harganya terjangkau seperti lele dan nila juga kaya akan protein yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak,” tuturnya.

Sementara itu, Catur Sulistiyanto menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung pemberdayaan kader PKK sebagai garda terdepan dalam mengampanyekan program gemarikan dan penanganan stunting. Maka dari itu, kolaborasi dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi manfaat yang dapat ditularkan kepada masyarakat.

“Selain kegiatan ini, kami juga sedang melakukan pengolahan pangan lokal sebagai alternatif beras,” jelasnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa Dinas Pertanian dan Pangan Kudus tidak hanya melakukan pendampingan pada petani dan pelaku budidaya perikanan. Namun juga memberikan pelatihan pengolahan paska panen hasil pertanian.

“Karena itu Dinas Pertanian dan Pangan tidak terlepas dari ibu-ibu PKK. Bila disini pengolahan hasil perikanan yang dilaksanakan melalui bidang Perikanan, maka pada Bidang Ketahanan Pangan mengadakan pelatihan pengolahan pangan berbahan lokal. Sehingga ibu-ibu bisa membuat makanan berkualitas untuk keluarga. Selain itu juga bisa untuk wirausaha,” tuturnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :