Kadin Jateng Dorong UMKM Naik Level dan Tembus Pasar Ekspor

oleh
Ketua Kadin Jateng, Ali Abdul Rohman saat koordinasi bersama Kadin Kudus Raya (Kudus, Jepara, Pati dan Blora) di SMK Assaidiyah 2, Mejobo Kudus, Selasa (11/2/2020) siang.

Kudus, isknews.com – Kamar dagang dan industri (Kadin) Jawa Tengah mendorong usaha kecil dan menengah (UMKM) agar naik level dan berorientasi ekspor.

Salah satu caranya adalah, Kadin akan terus memberikan program pengembangan kemampuan UMKM dan mendampinginya untuk berkembang hingga mampu mengekspor komoditi ke luar negeri.

Hal itu dikatakan Ketua Kadin Jateng, Ali Abdul Rohman saat koordinasi bersama Kadin Kudus Raya (Kudus, Jepara, Pati dan Blora) di SMK Assaidiyah 2, Mejobo Kudus, Selasa (11/2/2020) siang.

Pihaknya telah memetakan UMKM di kabupaten/kota di Jateng. Hal tersebut dirasa penting guna menentukan apa saja pelatihan dan bantuan yang diperlukan para pelaku UMKM.

TRENDING :  Antisipasi Musim Penghujan Dinas PUPR Lakukan Normalisasi

“2020 Kadin memang sedang fokus untuk mengembangkan UMKM terutama yang berorientasi ekspor untuk meningkatkan perekonomian di Jateng,” kata Ali.

Selama kepemimpinannya, tercatat sudah ada 1700 UMKM di Kabupaten/Kota yang menjadi binaan Kadin Jateng.

Pihaknya juga melakukan pembinaan mulai dari pelatihan keuangan hingga pelatihan cara ekspor barang. Selain itu, Ali menyatakan siap mendampingi calon pelaku UMKM mendapatkan dana pinjaman.

“Kami akan bantu bagaimana mereka mendapatkan pembiayaan, di semua daerah. Kerja kami jelas arahnya, agar UMKM bangkit,” tegasnya.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada pelaku UMKM supaya bisa naik kelas dan menembus pasar global, “Manajemen UMKM harus bagus, mendapatkan akses modal murah, lalu pasar yang kita ciptakan, jangan sampai dipermainkan harga oleh tengkulak,” paparnya.

TRENDING :  Produk "Keren" Buatan Penyandang Disabilitas Ini Ikut Ramaikan Kudus Expo 2019

Kemudian, lanjut Ali, manajemen keuangan UMKM juga tak kalah penting, “Manajemen keuangan bukan hanya mencatat rapi semua transaksi dalam buku, akan tetapi manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, pemeriksaan, penganggaran, pengendalian, pengelolaan, pencarian dan penyimpanan keuangan,” jelasnya.

Pembinaan UMKM, kata dia, yakni memberikan kompetensi agar mereka mengerti apa sana yang dibutuhkan untuk menaikan level produk UMKM yang berorientasi ekspor.

TRENDING :  PMI Kudus Bakti Sosial Pengobatan Gratis Untuk 100 Lansia

Lalu, asisten secara total dan keseluruhan berupa peningkatan produk. Tidak hanya dibina untuk membuat packing menarik lalu dilepas tanpa pembinaan akses pasar dan sebagainya.

“Mereka dibina secara menyeluruh, dilatih agar hasil usaha ditampung di pasar. Agar produk jelas ada ujungnya, tidak dilepas di tengah jalan,” tandasnya.

Sementara Pembina Kadin Kabupaten Kudus, Abdul Jalil menyambut baik ide dan inovasi Kadin Jateng tersebut. Ia juga ingin ada koneksi antara pelaku UMKM dan pengelola pasar, “Berharap ada Kolaborasi antara UMKM dan pengelola pasar,” ujarnya. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :