Kadin Timur Tengah Takjub Lihat Bangunan Peninggalan Bersejarah Menara Kudus

oleh -46 Dilihat
Sebagian Rombongan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari Libya, Timur Tengah saat Foto berlatar belakang Menara Kudus, Selasa (19/7/2022) malam. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Rombongan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari Libya, Timur Tengah berkunjung ke Menara Kudus, Selasa (19/7/2022) malam.

Selain melihat arsitektur bangunan peninggalan wali, mereka juga menyempatkan ziarah di Makam Sunan Kudus, Syech Ja’far Shodiq.

Ketua Kadin Kudus, Safrul Kamaludin‎ melalui Wakil Ketua Bidang Pembinaan UMKM dan Kemitraan, Rubiyanti menjelaskan bahwa Kadin Timur Tengah (Libya) diajak mengunjungi Menara Kudus untuk mengenalkan wisata religi yang ada di Kudus, utamanya melihat langsung peninggalan Sejarah Kebudayaan Islam yang masih ada. Bahkan, rombongan dipersilahkan ke atas Menara dengan menaiki anak tangga supaya melihat lebih dekat karena saking penasarannya.

“Ya, sembari melihat bangunan, saya bersama teman-teman Kadin Kudus menceritakan tentang kondisi Desa Kauman seperti apa, ternyata mereka sangat tertarik dan bahkan Menara Kudus ini sudah terkenal di Dunia, apalagi mereka tahu ada makam waliyullah,” terang Yanti.

Dirinya menambakan, Mereka (Kadin Timur Tengah) mengunjungi Indonesia dalam hal ini di Kudus, tidak hanya berbisnis tapi kita kenalkan tentang pariwisata juga termasuk wisata religi Menara Kudus.

Sebelum ke Menara, dalam lawatannya ke Kudus, lanjut Yanti, Kadin Timur Tengah yang didampingi dari Bappenas RI mengunjungi PT Muria Bahari Indonesia untuk melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerjasama tentang produk Marine produk kelautan.

“Alhamdulillah Kudus itu punya produk yang dipuji juga yaitu dari PT Muria Bahari Indonesia yang ada di Kudus. Ya, di daerah Sudimoro Kecamatan Gebog, Nah setelah dari sana, kita kenalkan wisata halal di Menara Kudus ini,” imbuhnya.

Sementara perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli Libya, Fathur Rahman mengatakan bahwa mereka sangat apresiasi sekali bahwa ternyata ada sejarah Islam yang sudah lama di sini dan ini menjadi ikatan penting bagaimana kita punya kebudayaan yang luar biasa dan akan menjadi cerita kebaikan untuk Indonesia,

“Pada intinya mereka senang, antusias karena bisa berkesempatan melihat peninggalan sejarah kebudayaan islam di Indonesia, dalam hal ini melihat Menara Kudus dan bisa Ziarah ke Makam Wali Allah, Syeh Ja’far Shodiq Sunan Kudus,” terangnya.

Hal itu, lanjut Fathur Rohman, bisa memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia, utamanya untuk wisata halal.

“Kita bisa mengenalkan keragaman yang ada di Indonesia untuk dibawa sebagai kenang-kenangan sekaligus promosi kebudayaan dan keragaman Indonesia ke Libya,” ungkapnya.

“Semoga bangunan Menara Kudus ini bisa terus terpelihara meskipun ini menjadi sebuah wisata tapi kami harapkan ini tetap terjaga kelestariannya, Insyaallah Libya dan Indonesia akan menjadi negara yang kuat kerjasamanya, orang-orangnya dan ekonominya Insyaallah terima kasih,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :