Kajari Kudus: PNS Yang Menjadi Simpatisan HTI Segera Mundur Atau Kembali Ke Ideologi Pancasila

oleh -1,009 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Terkait pembubaran ormas HTI, keberadaan ormas tersebut di Kudus memang tidak mendapatkan  SKT (Surat Keterangan Terdaftar) dari kantor Kesbangpol Kudus,  namun kita tetap memantau keberadaan dan kegiatannya,  meski pengurus HTI Pusat sekarang sedang melakukan peninjauan hukum atau judicial review.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, Hasran SH, saat menjadi salah satu pembicara pada Rapat Kerja pengawasan aliran kepercayaan (PAKEM) dengan tema ” Peran pemerintah daerah terhadap kebijakan /aturan yang ditetapkan dalam menjaga kondusifitas wilayah ” yang digelar oleh Kantor Kesbangpol Kabupaten Kudus di Aula Kantor Balai Desa Rendeng Kudus, Jumat (28/7/17).

Dijelaskannya, Pemerintah pusat sudah mendistribusikan surat untuk mendata simpatisan HTI yang berasal dari pegawai negeri dan menginstruksikan agar PNS yang menjadi simpatisan HTI yang berideologi Khilafah untuk mengundurkan diri atau kembali kepada ideologi Pancasila.

Apa yang menjadi perbuatan warga kita bila mencuat ke tingkat nasional itu berarti membawa nama Kabupaten kita, “mari kita laksanakan pencegahan dini bila ada warga kita yang melenceng dari ideologi pancasila demi menjaga nama baik dan kondusifitas di Kudus,” ujarnya.

Sementara itu terkait rencana kebijakan pemerintah terkait 5 hari sekolah menimbulkan kontra di masyarakat hingga sempat menimbulkan aksi demo terutama dari lembaga pendidikan Islam. “Kita hidup dalam bingkai NKRI sehingga regulasi yang menjadi kebijakan apabila tidak cocok diterapkan sebaiknya menggunakan jalur judicial review,” tuturnya.

Raker yang dihadiri oleh sekitar seratusan peserta tersebut selain menghadirkan pembicara Hasran SH Kajari Kudus yang juga ketua harian Pakem Kudus, hadir pula Ketua MUI Kudus, KH.Ahmad Hamdani, Kepala Kantor Kemenag Drs. Noor Badi, MM serta Kepala Kantor Kesbangpol Kudus Eko Hari Jatmiko sebagai nara sumber pada pelaksanaan raker hari itu. (YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :