Kakanwil Kemenag Jateng Beri Apresiasi pada Siswa Berprestasi MAN 2 Kudus

oleh -323 kali dibaca
Kakanwil Kemenag Jateng saat menyerahkan hadiah apresiasi pada Siswa Berpretasi MAN 2 Kudus. (Dokumentasi MAN 2 Kudus)

Kudus, isknews.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah H. Musta’in Ahmad, S.H., M.H., didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus Drs. H. Akhmad Mundakir,  M.S.I, mengunjungi MAN 2 Kudus pada Kamis, 26 November 2020. Kunjungan Kakanwil Jateng ini dalam rangka memberikan apresiasi kepada siswa-siswi MAN 2 Kudus yang berprestasi.

Di masa pandemi covid-19 ini, banyak siswa MAN 2 Kudus yang berkarya dan berprestasi di berbagai ajang lomba akademik dan riset baik tingkat nasional maupun internasional. Untuk lomba nasional yaitu Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke 52 tahun 2020, National Young Inventors Award (NYIA) ke 13 tahun 2020 dan Kompetisi Sains Madrasah Online (KSMO) tahun 2020.  Sedangkan untuk ajang lomba internasional adalah International Science and Invention Fair (ISIF) tahun 2020.

Pada Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke 52 tahun 2020 siswa MAN 2 Kudus atas nama M. Sutrimo Rahardjo kelas XI MIPA 3 dengan guru pembimbing Sri Indrawati, M.Pd melalui penelitiannya yang berjudul “Synthesis of Graphene-Carnon Quantum Dots (G-CQDs) Nanocomposite from Graphite and Rice Huks as an Alternative Aerospace Material” memperoleh medali perunggu bidang IPT.

Pada lomba National Young Inventors Award (NYIA) ke 13 tahun 2020 siswa MAN 2 Kudus atas nama GinarisSekar Arum P. dan Almas Fauziyah kelas XI IPA 3 dengan guru pembimbing Ekadina Dzawil Ulya, S.Pd. melalui penelitiannya yang berjudul “Detective Pen (Detektor Borax, Formalin dan Pearna Sintetik)” memperoleh medali perunggu.

Pada lomba Kompetisi Sains Madrasah Online (KSMO) tahun 2020 MAN 2 Kudus memboyong empat medali sekaligus, yaitu Salma Aulya meraih medali emas Kimia Terintegrasi, Insani Bintang Nusa meraih medali perak Biologi, Adibah Seila Nafaza meraih medali perak Ekonomi Terintegrasi dan Rizqya Putri Sani Nurussholikhin meraih medali perunggu.

Adapun untuk ajang lomba internasional adalah International Science and Invention Fair (ISIF) tahun ini MAN 2 Kudus kembali menunjukkan prestasinya dengan meraih delapan medali sekaligus. Yaitu empat gold medal, tiga silver medal dan satu bronze medal, ditambah satu Iran Special Award.

Gold medal pertama diraih oleh tim yang terdiri dari  Anisa Nurmaharani,  Muhammad  Anan Mahardika dan Diyah Ayu Widiyaningtiyas dengan penelitian berjudul  “Replication of Hydrophobic Layers Based on the Contact Angle of Caladium Tricolor As Anti-Corrosion Coating on Metals”, dengan guru pembimbing Lina Kurniawati, M.Pd.  Tim ini juga meraih penghargaan khusus Iran Special Award.

Gold medal kedua diraih oleh tim yang beranggotakan Richadatul Aisy Tsulisa Kahfi, Kholida Rohma Alia dan Tazkiya Salsabila Yusa dengan judul penelitian “Utilization of Tapioca Starch and Cellulose of Bamboo Betung (Dendrocalamus asper) as Materials for Making Eco-friendly Biofoam”, dengan guru pembimbing Fatkhiyatus Sa’adah, S.Si.

Gold medal ketiga diraih oleh tim yang terdiri dari Reza Airlangga, Muhammad Abdul Majid dan Windy Vinata Rahayu dengan judul penelitian  “Inhibition of α-Glucosidase Activity by Squirrel Tail Palm Fruit Extract (Wodyetia bifurcata)”, dengan guru pembimbing Mutiara Hapsari, M.Si.

Gold medal keempat diraih oleh tim yang terdiri dari Rima Ayu Damayanti dan Lubna Rihadatul Aisy dengan judul penelitian “Edible Film Innovation from Muria Coffee and Flour Leather Gembili (Dioscorea esculenta l.) as a Food Wrap Biodegradable”,  dengan guru pembimbing Munirotun Roiyana, M.Si.

Sedangkan silver medal pertama diraih oleh tim yang beranggotakan Ahmad Dzaky Harliansyah, Viki Hermansyah dan Zidan Fauzan Adhim dengan judul karya tulis “The Effect of Music Genres on Subteran Termites (Coptotermes sp.) Eating Behaviour as The First Step to Reduce The Impact of Wood Damage in House Building”, dengan guru pembimbing Ekadina Dzawil Ulya, S.Pd.

Silver medal kedua diraih oleh tim yang terdiri dari Rafi Maulana, Auliya Nujumul Laily dan Filana Hatta Noor dengan penelitian yang berjudul “The Effect of Tuba’s Root (Derris elliptica) Extract as an Anesthetic Agent in Closed Transportation of Koi Fish”, dengan guru pembimbing Nurullah Aulia, S.Pd.

Adapun silver medal ketiga diraih oleh tim yang beranggotakan Qorina Rayza Azzahra, Amanda Fitriani Eka Putri, Saffana Mutiara Jamil dan Moch. Syahrul Fauzi dengan judu karya tulis “Analysis of Citizen Behavior Towards the Restriction Polemic of Residents Visit and Its Relationship with Local History of Demak Regency, Central Java”, dengan guru pembimbing M. Iqbal Faza, S.Pd.

Dan satu-satunya bronze medal  diraih oleh tim yang terdiri dari Risma Anggira, Nickyta Zakia Ariana Pamungkas dan Natsuwa Cindy Aulia dengan karya tulis yang berjudul “Analysis of Implementation of the Community-Based Total Sanitation Program on Sociocultural Aspects in Undaan Kidul Village, Kudus Regency” dengan guru pembimbing Risti Aunur, S.Pd.

Atas berbagai prestasi yang gemilang dari siswa-siswi MAN 2 Kudus ini, Kakanwil H.  Musta’in Ahmad SH, MH memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.  Yaitu dengan memberikan uang pembinaan bagi siswa dan guru pembimbing yang memperoleh medali emas Rp. 1.500.000,-, medali perak Rp. 1.000.000,- dan medali perunggu Rp. 700.000,-

Kepala MAN 2 Kudus Drs. H. Shofi, M.Ag menyambut gembira prestasi siswa-siswinya diberbagai ajang lomba pada tahun 2020 ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih yang kepada Pak Kanwil yang telah memberikan apresiasi dan motivasi kepada MAN 2Kudus, khususnya kepada peserta didik yang berprestasi. Harapannya semoga MAN 2 Kudus sebagai madrasah akademik berbasis riset bisa terus terpacu untuk membuat riset-riset baru yang penuh kreatif dan inovatif, serta bisa meraih prestasi saat berkompetisi baik tingkat nasional maupun internasional.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah H. Musta’in Ahmad SH, MH menyoroti tentang kemerosotan mutu pendidikan di Indonesia, dan berharap madrasah sebagai lembaga yang dapat menolong dalam peningkatan mutu dan martabat pendidikan Indonesia.  Madrasah semakin hebat, madrasah semakin bermartabat. Madrasah hendaknya punya “quality culture” yaitu budaya majeng atau maju, yang selalu punya motivasi kuat untuk  meningkatkan mutu dan kualitasnya.

Pada akhir kunjungannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah H. Musta’in Ahmad SH, MH  disambut liputan berita siswa MAN 2 Kudus yang tergabung dalam ekstra kurikuler JFC (Journalistic Fun Club) untuk wawancara khusus seputar pendidikan madrasah di era pandemic covid 19, apresiasi terhadap siswa madrasah yang berprestasi dan konsep madrasah berstandar internasional. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :