Kali Ini Wilayah UPT Pendidikan Jati : SD 2 Loram Kulon Ditutup Tiga Yang Lain Dimerger

oleh -1,026 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Sekolah Dasar (SD) yang terpaksa harus ditutup, juga terjadi di Wilayah Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Penyebabnya sama, yakni jumlah siswa yang semakin menurun, sehingga tidak memenuhi persyaratan untuk dilaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). “Selain ada yang ditutup, tiga SD lainnya harus diregruping, digabungkan dengan SD yang lokasinya berdekatan,” kata Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Jati, Sulardi, yang dihubungi isknews.com, Jumat (26/2), di ruang kerjanya.

[slideshow_deploy id=’11041′]

Menurut dia, SD yang ditutup adalah SD 2 Loram Kulon. Langkah atau kebijakan menghentikan kegiatan KBM di sekolah yang berlokasi di jalan utama Desa Loram Kulon ini, didasarkan pada jumlah peserta didiknya yang hanya tinggal 23 siswa. Semua peserta didik eks SD 2 Loram Kulon itu dialihkan ke SD 3 Loram Kulon, sedangkan pelaksana tugas (Plt) Kasdanya, dimutasi ke SD 2 Ngembal Kulon. “Meskipun sudah ditutup, di SD 2 Loram Kulon itu masih ada petugasnya, yang kami tunjuk untuk menjaga bangunan SD tersebut, sebelum kami kembalikan ke Bagian Aset Pemkab.”

Meskipun penutupan SD 2 Loram Kulon itu sudah dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru 2015-2016, ungkapnya lanjut, namun pengurusan administrasinya hingga kini masih dalam proses. Hal yang sama juga terjadi pada 3 SD yang harus diregruping, yakni SD 3 Getas Pejaten yang digabungkan dengan SD 2 Getas Pejaten, SD 1 Ploso digabungkan dengan SD 4 Ploso, serta SD 3 Pasuruhan Kidul digabungkan dengan SD 1 Pasuruhan Kidul. Ketiga SD itu terpaksa harus diregruping, karena jumlah peserta didik, rata-rata 40 siswa, atau 6 siswa per kelas. “Penggabungan tidak ada masalah, karena letaknya berada dalam satu lokasi.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :