Kapolda : Jaga Kondusifitas Iklim Investasi, Produksi Pura Grup Berstandar Keamanan Internasional

oleh

Kudus, isknews.com – Sebagai salah satu perusahaan yang memiliki tingkat sekuritas tinggi dan memproduksi sejumlah kertas berharga termasuk blanko uang kertas. Pengamanan perusahaan PT Pura Barutama atau Pura Group dinilai perlu lebih dimaksimalkan.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jawa Tengah‎, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel usai penandatanganan MoU Pura Grup dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah tentang pengamanan set dan penegakan Hukum di lingkungan / kawasan Pura Grup, Rabu (12/02/2020).

Kapolda menjelaskan, sesuai agenda besar Presiden RI untuk menjaga iklim investasi yang kondusif. Maka pihaknya menandatangani kerjasama tersebut tentang pengamanan aset dan penegakan hukum di kawasan Pura Group.

Hal itu dilakukan Polda Jawa Tengah dalam upaya menjaga iklim investasi dengan turut menjaga aset dan memberikan keamanan bagi perusahaan-perusahaan di wilayahnya. Satu di antaranya dengan yang sudah menjadi aset berharga karena memproduksi blangko uang kertas.

Kapolda Jawa Tengah‎, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel berkeliling melihat hasil produksi Pura Group (Foto: YM)

“Pura Group ini perusahaan besar di Indonesia yang ada di Jawa Tengah. Sehingga menjadi tugas kami untuk menjaga tentunya,” jelas dia, disela-sela penandatanganan MoU, Rabu (12/2/2020).

Keberadaan Pura Group, kata dia, memberikan banyak lapangan kerja warga masyarakat khususnya di Kudus.

Sehingga sudah menjadi kewajiban pihak kepolisian untuk menjaga keamanan Pura Group.

“Kami akan memberikan keamanan Pura Group agar bisa berkembang dan membantu masyarakat sekitar memperoleh pekerjaan,” ujar dia.

Pihaknya akan memberikan keterampilan bagi petugas keamanan dengan ‎melakukan simulasi konflik saat terjadi kekacauan.

Termasuk memberikan standar operasional prosedur (SOP) terkait pengamanan dan penggunaan alat-alat keamanan.

‎”Kerjasama ini dalam semua bidang pengamanan, kami akan membantu itu dari kualitas SDM satpam dan simulasi penanganna konflik,” kata dia.

Presiden Direktur Pura Group, Yohanes Slamet mengatakan, Pura Group merupakan perusahaan yang terintegrasi dari 27 divisi pada bidang percetakan kemasan, pembuatan kertas, film, sistem anti pemalsuan, dan kartu elektronik.

“Pura Group membangun budaya kerja secara berkesinambungan untuk mencari terobosan dan inovasi baru,” kata dia.

Dia menjelaskan, pemasaran produknya juga bukan hanya dalam negeri, tetapi juga diekspor ke beberapa negara.

“Hal ini merupakan dukungan terhadap perkembangan teknoloi dalam negeri yang artinya produk kami bisa bersaing di pasar internasional,” ujarnya.

Direktur Paper Mill Pura Group, Purnama Setiawan menjelaskan, pihaknya tidak hanya menyuplai kertas uang untuk kebutuhan dalam negeri.

Namun juga mengekspornya ke beberapa negara misalnya Sudan, Nepal, Honduras, India, dan beberapa negara lainnya.

Pura Group menjadi satu-satu perusahaan swasta di Asia Tenggara yang menjadi pemasok kertas uang.

“Kami juga mengekspor kertas uang ini ke negara-negara lain. Tapi memang ada kebijakan khusus terkait bahan baku harus diambil dari negara itu jika memenangkan tender seperti di Filipina,” kata dia.

Kebutuhan uang kertas yang semakin sedikit karena gerakan transaksi non tunai juga tidak terlalu mempengaruhi bisnis Pura Group.

Pasalnya, produksi kertas uang itu hanya sekitar 15 persen dari seluruh lini bisnis yang dikerjakannya.

“Mayoritasnya sekitar 85 persen itu masih didominasi pengemasan produk. Misalnya boks susu, obat, dan lainnya,” ujar dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :