Keberadaan Barongan Semakin Memudar Tanpa Sentuhan

oleh

Pati, ISKNEWS.COM – Siapa yang tidak kenal dengan kesenian tradisional satu ini ? Barongan, salah satu kesenian tradisional yang sempat menjadi primadona di sepanjang jalur pantura Jawa. Sosok dalam kesenian rakyat tersebut digambarkan sebagai Singa Barong.

Dulu, setiap kali barongan digelar, tidak sedikit masyarakat yang antusias menonton. Namun, seiring bergulirnya waktu eksistensi kesenian lokal barongan kian memudar. Barongan hanya sebatas mengisi acara sebelum sedekah bumi digelar. Itupun para orang tua masih mendominasi memainkannya. Tidak heran jika popularitas Barongan semakin menurun, dan dikhawatirkan bakal punah. Pasalnya, generasi muda tidak tertarik dengan kesenian tersebut. Ditambah, regenerasi tidak dilakukan secara maksimal.

TRENDING :  Pro Kontra Pabrik Semen dan Panasnya Suhu Politik Lokal Berdampak Negatif Di Jajaran pemerintahan Desa Brati.
Segelintir pelaku Seni Barongan masih bertahan melakukan pementasan. (istimewa)

Harapan dan keinginan agar kesenian Barongan tidak sampai punah sering disuarakan. Namun pada kenyataannya, hingga saat ini nasibnya semakin tidak menentu. Adalah Reban (59), pemilik Seni Barongan Cipta Budhaya Desa Sarirejo Kecamatan Pati, menyayangkan jika kesenian leluhur ini sampai luntur apalagi punah. Untuk mengantisipasi hal tersebut lelaki paruh baya ini mengaku masih melestarikannya dengan cara turun-temurun.

“Biasanya kami melakukan pertunjukan ketika ada acara tertentu seperti sedekah bumi, mantenan dan biasanya kalau ada orang yang punya nadzar. Kami sudah pernah tampil di berbagai daerah di Kabupaten Pati,” jelasnya ketika ditemui awak media di kediamannya beberapa waktu lalu.

TRENDING :  Berkebutuhan Khusus, Siswa di SMA-LB Bina Citra Pati Siap Hadapi UASBN

Reban yang mengaku pada awalnya tidak tertarik dengan Barongan mengaku memiliki perangkat barongan yang dibuat pada 1960-an.

“Saya baru suka dengan barongan ini ketika umum 23 tahun. Barongan ini termasuk salah satu barongan yang tua di Pati. Intinya, jangan sampai punah,” tegasnya.

TRENDING :  TNI Diminta Kelola Anggaran Transparan dan Akuntabel

Perlu kebijakan secara nyata dari para pemangku kepentingan di tiap daerah, sehingga nasib kesenian tradisional tidak semakin terpuruk. Ada banyak cara menjadikan para milenial kembali tertarik untuk menggeluti dan menghidupkan kembali kesenian tradisional, seperti Barongan. Salah satunya dengan menggarap kesenian tersebut lebih mengikuti perkembangan zaman, tentunya tanpa menghilangkan esensi dari kesenian tersebut.

Jika tidak ada yang peduli, maka keberadaan kesenian Barongan yang sempat menjadi primadona tinggal menunggu waktu untuk musnah dari peradaban kesenian negeri ini. (IN)

KOMENTAR SEDULUR ISK :