Kebutuhan Tinggi, Poktan Gondangmanis Ikuti Bimtek Tanaman Obat

oleh -433 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Masa pandemi covid-19 menyumbangkan angka tingkat konsumsi tanaman obat oleh masyarakat membumbung tinggi. Pasalnya, masyarakat lebih memilih tanaman herbal untuk menjaga imun tubuh daripada mengkonsumi obat-obatan kimia.

Kondisi tersebut, mendorong pemerintah untuk memotivasi para petani untuk lebih meningkatan penanaman tanaman obat di lahan masing-masing.

Seperti yang telah dilaksanakan oleh Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan Soropadan) bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus. Yakni, melakukan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tanaman obat angkatan I kepada para petani Poktan Sido Subur Desa Gondangmanis, pada Senin (8/03).

Kepala Bapeltan Provinsi Jawa Tengah Edi Darmanto mengungkapkan, kebutuhan tanaman obat saat ini memang cukup tinggi. Sebab masa pandemi membuat masyarakat ingin tetap menjaga imun tubuh tanpa mengkonsumsi obat kimia.

“Untuk program ini, kita komoditinya kencur. Semoga bapak ibu semua semakin meningkat semangatnya,” ujarnya.

Apabila masyarakat memiliki bibit tanaman obat lainnya, Edi pun mempersilahkan untuk mengembangkan juga secara serius. Seperti tanaman kunyit hitam ataupun porang.

“Seperti kunyit hitam, porang, silahkan tanaman juga. Sebab dulu nggak pernah dianggap, tapi sekarang harganya mahal. Jadi saat harga mahal nanti bapak ibu di Gondangmanis ini menikmati harganya ,” terang Edi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto menyampaikan, bahwa Kudus termasuk istimewa karena terpilih sebagai salahsatu lokasi bimtek tanaman obat. Sebab dari seluruh wilayah di Jawa Tengah hanya terdapat 3 kabupaten untuk bimtek tanaman obat.

“Nanti setelah bimtek, njenengan semua bapak dan ibu petani akan didampingi penanamannya oleh para penyuluh BPP Kecamatan Bae. Sehingga hasil yang dipanen memiliki kualitas terbaik,” terangnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :