Kejam, Ayah Tiri Ini Aniaya Anak Hingga Luka dan Lebam di Sekujur Tubuhnya

oleh

Kudus, isknews.com – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap bocah dibawah umur terjadi di Kudus, tepatnya di Dukuh Barisan RT 01 RW III Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Berawal dari laporan tetangga korban, yang kerap melihat dan mendengar aksi yang dilakukan seorang bapak terhadap bocah berusia sembilan tahun kelas tiga MI tersebut.

SW bocah malang ini merupakan Siswa MI NU Basyirul Anam, diduga telah mengalami penyiksaan dari ayah tirinya sejak lama hingga mengalami luka pada wajah dan tubuhnya.

Menurut SW yang ditemui di sekolahnya MI NU Basyirul Anam yang lokasinya tak jauh dari Jembatan Tanggulangin Kudus. MI NU Basyirul Anam yang lokasinya tak jauh dari Jembatan Tanggulangin Kudus. Dirinya sudah lama sering dianiaya oleh ayah tirinya.

Banyak luka disekujur bocah malang SW akibat siksaan ayah tirinya (Foto: YM)

Di sekolah, Rofi’ah, guru korban menjelaskan, SW di sekolah ini adalah murid baru, pindahan dari Dawe sekitar 2 bulan lalu.

TRENDING :  Sedulur Maiyah Kudus Malam Ini Tadabburan Asyik Bahas Salam Salaman

“Saya lihat memang mukanya sering luka-luka dan lecet-lecet seperti habis terjatuh atau kena benda keras, saya sebetulnya sudah curiga,” kata Rofi’ah.

Dari pengamatan media ini memang ada banyak luka ditubuh anak malang tersebut mulai dari, mata, bibir leher, pipi, sekujur badan lebam-lebam bahkan anehnya di punggung korban juga ada luka bekas dari gigitan. Sedangkan luka dipipi yang menghitam seperti bekas di jotos bukan ditampar.

Pelaku kekerasan anak itu adalah ayah tiri SW bernama Noviansyah ‎(40), warga Desa Ngetuk, Nalumsari, Kabupaten Jepara, saat ini menempati kos di RT 01 RW III Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, telah diamankan Polres Kudus, Rabu 26/02/2020 malam.

Kepala Dusun 3‎ Desa Jatiwetan, Dul Goni menceritakan, penyiksaan terhadap anak itu awalnya ketahuan berdasarkan laporan dari guru ngajinya bernama Sunarsih (55).

TRENDING :  Kerajinan Batok Kelapa Asal Kudus, Tembus Pasar Internasional

Anak tersebut tidak masuk selama lima hari sehingga gurunya mencari keberadaan anak tersebut.

“Setelah ketemu ternyata anaknya kondisi sudah lebam seperti habis dipukuli. Bahkan penuturannya ‎disundut rokok, dan kukunya dicabut,” ujar dia, Kamis 27/02/2020.

Kemudian, pihaknya melaporkan kejadian itu bersama warga masyarakat sekitar untuk membuat laporan ke Polres Kudus.

SW merupakan anak Siti Solichah (35), warga Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang kini menjadi istri NY.

Siti bekerja sebagai buruh pabrik garment di Sayung, Demak, sedangkan suaminya bekerja sebagai tukang parkir.

“Suami pertama Siti Solichah tidak mau mer‎awat anak itu, makanya sekarang ikut dengan ibu dan ayah tirinya,” jelasnya.

Saat ini, korban sudah sekolah seperti biasanya meski pipi kirinya lebam bekas jotosan dan bibirnya mengeluarkan darah.

TRENDING :  Operator Pasar Online Masih Dievaluasi Dinas Perdagangan Kudus

“Sudah saya antar ke RSUD Loekmonohadi untuk divisum,” ujar dia

Menurut dia, berdasarkan keterangan pelaku, penyiksaan itu dilakukan karena perilaku anaknya yang nakal sehingga dia menghukumnya untuk memberikan pelajaran.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Rismanto , yang menangani kasus Ini menjelaskan sejumlah perlakuan kasar dan kekerasan yang kerap dilakukan pelaku hingga menyebabkan luka berat dan lebam di sejumlah anggota tubuh sang.

Ia menegaskan hingga kini pihaknya masih terus melakukan pendalaman atas kasus penganiayaan terhadap anak dibawah umur ini. Terkait tes kejiwaan pasti akan dilakukan oleh pihaknya.

“Terkait kasus ini, NY dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” Kata Rismanto. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :