Kelompok Makanan, Tembakau, Air dan Listrik Sumbang Inflasi Bulan November di Kudus

oleh -471 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pada bulan November 2020 di Kota Kudus terjadi inflasi sebesar 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,22.  

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus Rahmadi Agus Santoso mengatakan, Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok Makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,16 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah tangga sebesar 0,03 persen dan kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga 0,02 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran Pakaian dan Alas Kaki; kelompok Kesehatan; kelompok Transportasi; kelompok Rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok Pendidikan; dan kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran di bulan November tidak mengalami perubahan harga (stabil).

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi atau penurunan indeks yaitu kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,70 persen dan kelompok Informasi; Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,52 persen.  5 (lima) komoditas penyebab utama inflasi di Kota Kudus November 2020 adalah naiknya harga telur ayam ras, daging ayam ras, rokok kretek filter, bawang merah dan cabai merah.

5 (lima) komoditas penyebab deflasi adalah turunnya harga emas perhiasan, telpon seluler, beras, ikan lele dan batu bata/ batu tela.  Tingkat inflasi tahun kalender November 2020 sebesar 0,81 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2020 terhadap November 2019) sebesar 1,09 persen.  

Jawa Tengah pada bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,18 persen dengan indeks harga sebesar 105,03 sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dengan indeks harga sebesar 105,21.  Inflasi di Jawa Tengah terjadi di semua kota inflasi, yaitu Kota Cilacap 0,39 persen, Kota Purwokerto 0,39 persen, Kota Tegal 0,28 persen, Kota Kudus 0,24 persen, Kota Surakarta 0,17 persen dan Kota Semarang 0,13 persen. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :