KUDUS, isknews.com – Akibat kemarau berkepanjangan tahun ini, realisasi giling PG Rendeng, Kudus, pada musim giling 2015 ini, menurun drastis. Hal itu ditandai dengan produksi gula kristal putih di Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kabupaten Kudus, menurun drastis. Hal itu terlihat dengan pencapaian produk gula kristal, yang hanya sebesar 50% dari target yang ditetapkan.
Keterangan yang dihimpun isknews.com, dari SKPD terkait, Jumat (6/11), menyebutkan, pada musim giling tahun ini yang berlangsung sejak 17 Juni-24 September, PG Rendeng menargetkan akan mampu menggiling 75 ton tebu per hectare, namum hanya terealisasinya 64,3 ton per ha. Sementara untuk produksi gula kristal putih, yang ditargetkan 27.800 ton, realisasinya juga menurun hingga mencapai separohnya, yakni 13.696 ton.
PG Rendeng mempunyai lahan tebu petani binaan seluas 6.000 hektar, tersebar di enam kabupaten yang menjadi wilayah kerjanya, terdiri atas Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. Namun dari lahan tebu seluas itu, hanya 3.046 ha yang tebunya disetorkan ke PG Rendeng.
Terkait dengan hal itu, ada beberapa faktor penyebab turunnya turunnya produktivitas produksi produktivitas PG Rendeng, yang di bawah naungan PT PN-X iu. Dari mulai ukuran batang tebu yang terus mengalami pengecilan, dan kemarau panjang yang berimbas pada tanaman tebu, juga ketidak mampuan bersaing dengan PG lain, yang terutama kondisi mesin gilingnya lebih baik, dibandingkan mesin giling milik PG Rendeng, yang buatan atau peninggalan zaman Belanda.
Kondisi seperti itu menyebabkan masa giling pada musim giling 2015 ini, lebih pendek. Kalau estimasinya masa giling itu berlangsung selama 140 hari, namun realisasinya, proses seluruh giling selesai hanya dalam waktu 94 hari. Sehingga dengan sendirinya, jumlah tebu yang digiling pun mengalami penurunan, yakni yang semula ditarget 310 ton pun hanya terealisasi 195.652 ton.
Meskipun demikian, untuk rendemen, justru mengalami kenaikan, yakni dari musim gilinng tahun lalu yang hanya 6,38%, tahun 2015 ini naik menjadi 7,04%. Sehingga hal itu mendorong naiknya harga pokok produksi (HPP) pada tahun ini, yakni yang semula PG Rendeng, yakni sebesar Rp7.100 per kilogram, mengalami kenaikan pada tahun sebelumnya, yang hanya mencapai Rp 6.500 per kg.(DM).
Kemarau Panjang, Produksi Gula PG Rendeng Turun Drastis
KOMENTAR SEDULUR ISK :






