Kemenag Kudus Catat Bulan Agustus 2019 Rekor Pernikahan Terbanyak Sepanjang Masa

oleh

Kudus, isknews.com – Bulan Dzulhijjah 1441 H baru saja berlalu. Di bulan tersebut, biasanya memang banyak pernikahan digelar. Meski sejumlah sumber mengatakan sejatinya menikah tak harus di bulan Dzulhijjah atau bulan haji, namun tak dipungkiri banyak orang memilih menikah di bulan ini.

Bulan Dzulhijjah yang pada tahun 2019 ini bertepatan dengan bulan Agustus, acara pernikahan di Kabupaten Kudus begitu membeludak. Bahkan hampir setiap harinya, masyarakat disibukkan untuk menghadiri acara tasyakuran pernikahan. Angka pernikahan di Kabupaten Kudus pada bulan Agustus lalu tembus diangka 2.460 pasang.

Ilustrasi sebuah upacara pernikahan (foto: YM)

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Noor Badi melalui Kasi Bina Masyarakat Islam (Bimas Islam) Shalehudin membenarkan hal itu. Menurut dia jumlah pernikahan pada bulan Agustus lalu merupakan tertinggi sepanjang masa.

TRENDING :  Pengajian Selapanan dan Halal Bihalal Jam’iyyah Maulud Shimthudduror Ahbaabul Musthofa

“Bulan-bulan biasanya sekitar 700 pernikahan. Untuk bulan Dzulhijjah sendiri biasanya kisaran 1500. Namun bulan Dzulhijjah lalu, tembus hingga 2.460 pernikahan,” sebutnya, Senin (16/09/2019).

Secara rinci, dia menyebut angka pernikahan tertinggi terjadi di Kecamatan Dawe dengan 328 pernikahan selama sebulan. Kemudian di bawahnya ada Kecamatan Jekulo dengan 326 pernikahan dan Kecamatan Kaliwungu dengan 324 pernikahan.

Sementara jumlah pernikahan terkecil bulan Dzulhijjah lalu, terjadi di Kecamatan Kota dengan 199 pernikahan dan Kecamatan Bae dengan 202 pernikahan.

Untuk rentan usia pernikahan, Shaleh menyebut usia produktif (usia 20-30 tahun – red) tetap mendominasi pada pernikahan bulan Dzulhijjah lalu. Sedangkan untuk angka pernikahan dini di Kudus tergolong tidak begitu tinggi.

TRENDING :  KH.Anwar Zahid Ajak "Tabayyun" Sikapi Berita Menjurus Fitnah dan Kabar Belum Jelas

Shaleh mengatakan tingginya angka pernikahan di bulan Dzulhijjah ini merupakan hal wajar. Mengingat, Dzulhijjah merupakan salah satu primadona bulan pernikahan di masyarakat. Selain Syawal, Rajab dan Sya’ban.

“Dari keempat bulan itu, biasanya Dzulhijjah memang paling ramai,” katanya.

Saat ditanya terkait tingginya pernikahan di bulan Dzulhijjah. Dia menyebut, masih banyaknya masyarakat yang menggunakan hitungan jawa untuk menentukan hari pernikahannya menjadi salah satu faktor.

“Untuk menikah, masyarakat Kudus masih banyak yang menggunakan hitungan jawa. Mungkin jatuhnya pada di bulan Dzulhijjah. Makanya kemarin banyak sekali yang nikah,” kata Shaleh sembari menyimpulkan senyum.

TRENDING :  Diminta Konsentrasi Pada Ibadah 72 Calon Haji di Lingkungan Disdikpora Kudus

Dia tidak mengelak, hingga kini masyarakat Kudus masih banyak yang mempercayai adanya bulan baik dan bulan buruk untuk melangsungkan pernikahan.

“Kalau Dzulhijjah rame. Kalau Muharom seperti ini, sepi. Hanya beberapa yang melangsungkan pernikahan di bulan ini,” ungkapnya.

Meski begitu, dia mengungkapkan selama ini pihaknya bersama Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan sudah sering mensosialisikan bahwa semua hari adalah tanggal yang baik untuk melangsungkan hajat.

“Bagi yang percaya silahkan. Misalnya tidak percaya ya tidak apa-apa. Kami kembalikan lagi ke masing-masing personalnya,” pungkas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :