,

Kemenag Kudus Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten

oleh -913 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus mulai menggelar bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten, selama empat hari dari Minggu-Rabu, 21-24 April 2024.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kudus Kudus, Asrul Fatkhi, menjelaskan tujuan dari kegiatan bimbingan manasik haji terebut untuk memberikan pengetahuan kepada para calon jamaah haji agar memahami teknis dari pemberangkatan hingga kepulangan kembali.

“Kegiatan ini supaya calon jamaah paham teknis persiapan, pemberangkatan hingga kepulangan nanti,” jelasnya.

Mereka, lanjut Asrul, dibekali sejumlah materi, diantaranya kebijakan pemerintah Indonesia terhadap haji dan umrah, kebijakan arab saudi terhadap haji dan umrah, kesehatan haji, alur perjalanan ibadah haji, serta pengelolaan Dam (denda) haji.

Adapun peserta manasik sebanyak 1.395 calon jemaah haji dan terbagi dalam dua gelombang,

“Peserta manasik gelombang pertama terdiri dari calon jemaah haji di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Jati, Kota dan Jekulo, yang berjumlah sekira 681 orang. Kegiatan manasik haji gelombang pertama ini dilaksanakan pada Senin-Selasa, 21-22 April 2024.

Sementara, kegiatan manasik haji gelombang kedua diikuti oleh calon jemaah haji dari Kecamatan Dawe, Bae, Gebog, Undaan dan Mejobo, yang berjumlah sekira 714 orang. Pada gelombang kedua, dijadwalkan manasik haji pada Rabu-Kamis, 23-24 April 2024.,” rincinya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Darsono yang hadir memberikan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Dikatakannya, Dinkes Kudus juga turut memfasilitasi kesiapan kesehatan calon jemaah haji, terutama terkait imunisasi meningitis covid-19 hingga polio.

Darsono dalam paparannya mengajak jamaah haji senantiasa menjaga kesehatan dengan melatih fisik dan mental, juga menguatkan hati agar niatan suci memenuhi panggilan Allah, bisa ditunaikan tanpa adanya gangguan terhadap kesehatan jamaah.

“Ibadah haji ini pekerjaan jasad, maka diperlukan fisik yang kuat untuk kelancaran ibadah”, tutup Darsono. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :