Kemenag Kudus Perbolehkan Sholat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan Dengan Ketentuan Ini

oleh -1.256 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sholat Idul Fitri 1442H/2021M diperbolehkan digelar di masjid dan lapangan, namun mesti mengikuti sejumlah aturan, misalnya dengan kuota jamaah yang dibatasi sebanyak 50% dan tidak sedang di zona penyebaran Covid-19 yang tinggi.

Kepala Kemenag Kudus, Mundakir saat ditemui awak media, Senin (10/5/2021) mengatakan pihaknya sudah mendapatkan surat edaran terbaru. Sampai saat ini, salat Idulfitri tetap diperbolehkan, lantaran masih berada di zona kuning.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 07 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idulfitri Tahun 1442 H/2021 M di Saat Pandemi Covid-19 yang diterbitkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Menteri yang akrab disapa Gus Yaqut tersebut mengatakan aturan tersebut diterbitkan dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan Sholat Idul Fitri 2021, sekaligus membantu negara dalam pencegahan penyebaran Covid-19. “Edaran ini mengatur kegiatan malam takbiran dan Sholat Idul Fitri yang diselenggarakan di masjid dan lapangan terbuka,” ujarnya

Berikut ringkasan bunyi surat edaran dari Menteri Agama secara lengkap
Malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri diperbolehkan di semua masjid dan musala, namun dilaksanakan terbatas maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan mushola dengan memperhatikan standar protokol kesehatan. Sementara takbir keliling ditiadakan, namun bisa dengan disiarkan secara virtual dari masjid dan mushola.

Sholat Idul Fitri 2021 di daerah yang memiliki tingkat penyebaran Covid-19 tinggi (zona merah dan zona oranye) agar dilakukan di rumah masing-masing.

Sholat Idul Fitri 2021 dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang.

Dalam hal Sholat Idul Fitri 2021 dilaksanakan di masjid dan lapangan wajib memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Lalu jumlah jamaah tidak melebihi 50% dan berjarak antar shaf dan antar jamaah. Panitia melakukan pengecekan suhu jamaah, lalu lansia atau orang kurang sehat atau baru sembuh sakit dan dari perjalanan tidak menghadiri sholat.

Seluruh jamaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan Sholat Idul Fitri dan selama menyimak Khutbah Idul Fitri. Khutbah Idulfitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit.

Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan Sholat Idul Fitri dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah. Lalu seusai pelaksanaan sholat jamaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

Panitia Sholat Idul Fitri sebelum menggelar sholat di masjid dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali.

Silaturahmi dalam rangka Idul Fitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan Open House atau Halal Bihalal di lingkungan kantor atau komunitas.

Dalam hal terjadi perkembangan ekstrem Covid-19, seperti terdapat peningkatan yang signifikan angka positif Covid-19, adanya mutasi varian baru Virus Corona di suatu daerah, maka pelaksanaan surat edaran ini disesuaikan dengan kondisi setempat.

Gus Yaqut pun menginstruksikan seluruh jajarannya untuk segera menyosialisasikan panduan tersebut. “Saya minta kepada seluruh jajaran Kemenag untuk segera menyosialisasikan edaran ini secara masif, terutama kepada pengurus masjid dan Panitia Hari Besar Islam serta masyarakat luas agar dilaksanakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan, Kudus sejauh ini masih berada didalam zona kuning. Meski ada peningkatan kasus beberapa hari terakhir. “Zona di Kudus kuning, karena yang mendominasi di beberapa desa itu zona hijau, dan ada sebagian zona oranye. Ada peningkatan (kasus) memang tapi tidak signifikan,” jelas Ketua Satgas Penanganan Covid-19 itu.

Hartopo menjelaskan, pihaknya akan menunggu waktu hingga H-1 Lebaran untuk menentukan ketentuan terbaru tentang pelaksanaan salat Idulfitiri di Kudus. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :