Kemenristekbrin Danai Pengabdian Masyarakat UMK

oleh -295 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Universitas Muria Kudus masuk lima besar nasional perguruan tinggi swasta untuk pembiayaan pengabdian masyarakat. Ada sembilan proposal pengabdian masyarakat yang lolos dan didanai oleh Kemenerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristekbrin).

Dari sembilan proposal pengabdian masyarakat yang didanai tersebut, UMK mendapatkan anggaran untuk melaksanakan pengabdian masyarakat mencapai Rp 821,4 juta. Angka tersebut menempatkan UMK di peringkat lima perguruan tinggi swasta di Indonesia terkait program pengabdian masyarakat yang didanai oleh kementerian.

Rektor UMK Profesor Darsono mengatakan, adanya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut menunjukkan masih banyak yang bisa dikerjakan untuk mengembangkan banyak hal di masyarakat. ”Ini makin membukakan mata kita, banyak ‘garapan’ di masyarakat,” katanya, Senin (1/3/2021).

Pengajuan proposal pengabdian masyarakat yang lolos Kemenristekbrin membuktikan banyak hal yang bisa dilakukan untuk masyarakat. Sehingga kegiatan yang dilaksanakan dalam proposal pengabdian tersebut akan saling menguntungkan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Perguruan tinggi bisa untuk pengembangan kompetensi tri dharma, dalam hal ini pengabdian masyarakat. Sementara untuk masyarakat bisa untuk membantu memecahkan suatu masalah yang dihadapi.

Dalam proposal pengabdian masyarakat tersebut, paling banyak memang terkait usaha kecil menengah (UKM), baik pendampingan maupun menciptakan wirausaha baru. Dalam prosesnya, nantinya UKM akan dilatih dari awal sampai akhir, mulai proses produksi, pemasaran bahkan diberikan alat untuk menunjang produksi agar lebih baik. ”Kita tahu, UKM memiliki peranan penting dalam sektor ekonomi negara ini,” terangnya.

Dengan adanya peran perguruan tinggi dan dosen UMK dalam proses pendampingan UKM atau perekonomian masyarakat, maka hasilnya akan jauh lebih baik. Sehingga diharapkan mampu merekontruksi dalam upaya pembangunan nasional. ”Tentu kegiatan pengabdian masyarakat ini akan terus dikembangkan,” jelasnya.

Sementara untuk internal UMK, proposal yang lolos tersebut bisa menginspirasi dosen lain untuk melakukan hal yang sama. Sehingga kontribusi UMK di masyarakat akan jauh lebih baik lagi.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang didanai Kemenristekbrin tidak hanya dilakukan di Kudus saja, melainkan juga di kabupaten sekitarnya, seperti Pati dan Jepara.

Sembilan proposal yang diajukan dosen UMK dan lolos pendanaan yakni, diketuai oleh Arif Setiawan untuk program pengembangan produk unggulan daerah (PPPUD) dengan judul ‘Pemanfaatan limbah plastik untuk gagang pisau pada UMKM industri kreatif logam di Desa Hadipolo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah’.

Kedua diketuai Budi Gunawan untuk PPPUD dengan judul ‘Peningkatan daya saing UKM industri kreatif sebgai salah satu produk unggulan daerah kabupaten pati dalam memasuki era MEA.
Ketiga diketuai Jayanti Putri Purwaningrum untuk PPPUD dengan judul ‘Desa sentra mainan anak tradisional Remiten di Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Jepara. Keempat diketuai Nuraeningsih untuk Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) dengan judul PPK di Universitas Muria Kudus.

Kelima diketuai Rochmad Winarso untuk program kemitraan masyarakat (PKM) dengan judul ‘Peningkatan daya saing UKM pengrajin pisau dapur Desa Bareng Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jateng.
Keenam diketuai Savitri Wanabuliandari untuk PKM dengan judul ‘PKM kelompok guru SD 4 Dersalam dalam upaya pengembangan ‘Apacintaku’ (aplikasi assessment cinta tanah air berbasis keunggulan lokal) sebagai sarana evaluasi karakter cinta tanah air’.

Ketujuh diketuai Siti Marfuah untuk PKM dengan judul ‘Learning studio berbasis literasi bagi guru SD 3 Wergu Wetan, Kudus. Kedelapan diketuai Sukirman untuk PPK dengan judul ‘Peningkatan pemberdayaan usaha kecil melalui pengembangan SDM dan pemanfaatan teknologi informasi menuju terwujudnya wirausaha mandiri di era global’.

Kesembilan diketuai Taufiq Hidayat untuk PKM dengan judul ‘PKM pada paguyuban pembudidaya lebah madu Desa Kandangmas, Kudus’. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :