Kenaikan UMK Kudus 2022 Diusulkan 0,09 persen, ini Respon Bupati Kudus

oleh -2.432 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Kudus tahun 2022 diusulkan naik 0,09 persen dibanding tahun sebelumnya. Atau naik sekitar Rp 2 ribu dari UMK tahun 2021 yang Rp 2.290.995,33 menjadi Rp 2.293.058,26, itupun jika disetujui gubernur Jawa tengah.

Bupati Kudus HM Hartopo pun merespon jika kenaikan dengan nominal tersebut di nilai tidak berpengaruh dari sebelumnya.

“Ya tidak ngaruh karena kondisi seperti ini, bahan pokok cenderung naik,” kata Hartopo, Jumat (26/11/2021).

Menurutnya, kenaikan yang rendah tersebut menyesuaikan inflasi yang terjadi. Selain itu, para investor pun akan pikir ulang untuk menanamkan modalnya di Kota Kretek jika UMK Kudus dinilai mereka (para investor) terlalu tinggi.

“Itu sebuah keputusan pemerintah, dengan adanya PP Nomor 36 juga ya mau bagaimana,” tandasnya.

Sementara ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus, Andreas Hua mengaku kecewa dan meminta kepada pemerintah untuk meninjau kembali aturan penerapan PP tersebut.

Menurutnya, usulan besaran kenaikan upah itu dinilai tak sesuai dengan kebutuhan riil tenaga kerja di Kudus.

Dalam penghitungannya, komponen utama yang digunakan adalah tingkat inflasi Provinsi Jateng sebesar 0,97 persen dan petumbuhan ekonomi sebesar 1,38 persen.

“Idealnya kenaikan upah buruh di Kudus adalah sebesar 5,17 Persen,” kata dia.

Lebih lanjut, menurut Andreas, jika besaran UMK tersebut dipaksakan, akan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan para pekerja. Sebab, kenyataan riil di lapangan, kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini sangat tinggi. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :