Keterlambatan Pelaksanaan DAK Pendidikan Karena Juknis Baru Disampaikan Sesudah APBD Ditetapkan

oleh -957 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Keterlambatan pelaksanaan kegiatan antara lain disebabkan karena petunjuk teknis DAK baru disampaikan sesudah APBD ditetapkan. Hal ini agak menyulitkan SKPD yang terkait, dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan.

Keterangan yang dihimpun isknesw.com, dari pihak Dinas Pendidikan Pemuda Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Senin (14/9), menyebutkan, jika alokasi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk bidang pendidikan, yang dianggarkan dalam APBD tidak sesuai dengan petunjuk teknis, maka harus dilakukan perubahan agar sesuai dengan petunjuk teknis yang ada, sehingga terkadang waktunya tidak mencukupi.

Dalam alokasi anggaran itu juga disebutkan mengenai kategori sekolah yang mendapatkan DAK, antara lain, untuk kegiatan rehab , rehab sedang dengan kriteria kerusakan mencapai 30 – 45%, sedangkan rehab berat, dengan criteria kerusakan lebih dari 45%.

Untuk ruang kelas baru, dengan kriteria jumlah ruang kelas kurang, sedangkan utuk perpustakaan, dengan kriteria sekolah yang belum mempunyai perpustakaan.

Seperti diberitgakan di isknews.com Disikpora Kabupaten Kudus, dalam kegiatan pengadaan proyek yang sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK), pada 2015 ini, memprioritaskan pada rehabilitasi pagar sekolah dasar (SD). Alasan yang mendasari hal itu, sudah selama 10 tahun lebih proyek rehabitasi sekolah tidak pernah menyentuh pagar SD. Dari jumlah 46 proyek di dinas terkait itu, sebanyak 26 diantaranya adalah proyek rehabilitasi SD, yang menyerap anggaran keseluruhan sebesar Rp 3,214 miliar.

Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus, Drs Djoko Susilo, melalui Kasie Sarana dan Prasarana, Drs Muh Zubaidi, saat dihubungi isknews.com, baru-baru ini, membenarkan hal itu. Menurut dia, proyek pengadaan untuk sekolah baik SD dan SMP, selama ini lebih banyak pada rehab gedung, baik ruang kelas (RK), ruang kegiatan belajar (RKB), penambahan ruang guru dan lain sebagainya. “Padahal, pagar SD tidak kalah penting, baik sebagai kenyamanan mauupun keamanan, sehingga bisa menunjang akitivitas belajar mengajar. Untuk itulah pada 2015 ini, pengadaan proyek Disdikpora Kabupaten Kudus, kami prioritaskan pada rehab pagar SD, yang sudah 10 tahun tida tersentuh.”(DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :