Ketua KONI Kudus Digoyang Isu Mosi Tidak Percaya oleh Sejumlah Pengkab

oleh

Kudus, isknews.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus periode 2019-2023 Antoni Alfin, digoyang isu mosi tidak percaya oleh sejumlah Pengurus Kabupaten (Pengkab) cabang olahraga yang ada di bawah pimpinannya.

Isu itu muncul pertama kali dari sebuah postingan di media sosial yang beredar di masyarakat. Bahkan dalam postingan itu dikabarkan para ketua Pengkab telah menggelar pertemuan dengan agenda ramah tamah di rumah ketua Pengkab Perbasi Peter M Faruq.

Dari sejumlah sumber dikabarkan pada pertemuan tersebut sempat meletupkan persoalan kepemimpinan KONI. Sumber yang dihimpun, saat itu sudah muncul lontaran agar Antoni mundur. mosi tidak percaya kepada Antoni Alfin.

TRENDING :  Kenalkan Potensi Wisata Kudus dengan Parade Ngonthel Bhineka Tunggal Ika

Ketua Harian Pengkab PBVSI, M Rinduwan, ketika dikonfirmasi oleh media ini membenarkan adanya pertemuan tersebut. Sebagian Pengkab merasa banyak persoalan yang belum dapat dituntaskan hingga saat sekarang.

”Salah satunya soal bonus prestasi atlet dan pelatih serta program pembinaan,” katanya.

Gedung sekretariat KONI Kabupaten Kudus (Foto: YM)

Rinduwan yang merupakan pelaku pembinaan voli Kota Keretek mencontohkan hingga saat sekarang dana belum turun. Padahal, program latihan jalan terus. Sejak Desember hingga sekarang belum pernah digelar pertemuan.

”Ini sudah mendekati pra Porprov tahun 2021 dan Porprov 2022,” jelasnya, Rabu (03/06/2020) siang.

Dinamika yang terjadi semata-mata bermuara pada kemajuan olahraga di Kabupaten Kudus. Jika tidak dibenahi dari sekarang, dikhawatirkan prestasi pada Porprov 2022 akan ‘jeblok’.

TRENDING :  Nuansa Merah Putih Warnai Defile Kontingen Pati

Dihubungi terpisah melalui telefon, Achmad Faishal Wakil Ketua Bidang Hukum yang juga Ketua Pengkab Posi Kudus, juga membenarkan keluhan dari sejumlah pengurus cabang olahraga.

Pihaknya mengaku sudah memberikan saran kepada Antoni terkait sejumlah masukan untuk pembinaan cabang olahraga. Dia menilai, suara Pengkab harus diberhatikan. Terkait mosi tidak percaya, dia menyarankan Antoni untuk mundur daripada digelar Musorlub.

”Tetapi semua itu tergantung kepada Pak Antoni,” ujarnya, Rabu (03/06/2020) siang.

Terpisah, Ketua KONI Antoni Alfin ketika diklarifikasi, mengaku tidak mempunyai prasangka Pengkab menyuarakan mosi tidak percaya. Sejauh ini, dia merasa nyaman dan menilai kondisi di KONI tidak ada persoalan. Soal permintaan mundur, dia mengaku tidak ada.

TRENDING :  Putra Jaya Kandaskan Mimpi Songojoyo

“Terus terang saya kaget, karena sebelumnya antara kami tidak ada friksi apapun dengan para pengurus Pengkab, hubungan kami baik-baik saja,” kata Antoni saat ditemui di kantor sekretariat KONi Kudus, Selasa (02/06/2020) sore.

Dia mengatakan prosedurnya sangat susah untuk melakukan mosi tidak percaya, disamping melanggar ADART juga akan menjadi preseden buruk untuk KONI di Jawa Tengah. Semua aspirasi diminta disampaikan secara prosedural. Pihaknya memastikan akan menjalankan tugas hingga masa bhaktinya berakhir.

Dijadwalkan pada pukul 20.00 petang ini pihaknya akan menggelar rapat koordinasi terkait hal tersebut.(YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :