Ketua MUI Kudus, Inilah 10 Kriteria Aliran Dianggap Sesat

oleh -1,315 kali dibaca

Kudus, isknews.com- Sosialisasi Pembinaan Sosial Politik di Kabupaten Kudus tahun 2016 dengan tema ” Penanganan Permasalahan Aliran Kepercayan Guna Menjaga Kondusifitas Wilayah”, dengan penyelenggara Kesbangpol Kudus, Senin (27/6) diselenggarakan di Aula kantor Kejaksaan Negri Kabupaten Kudus.

Salah satu pembicara pada saat itu adalah Ketua MUI Kabupaten Kudus, KH.Ahmad Hamdani Hasanudin, LC MA,LLN, Dalam paparannya Ketua MUI Kudus tersebut menyampaikan, Bahwa tugas dan fungsi MUI dalam ikut menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar terjalin hubungan yang baik antar pemeluk agama maupun aliran kepercayaan sehingga tidak ada penyimpangan.

“Aliran kepercayaan akhir akhir ini mulai muncul kembali yang dinamakan “aliran suci”  yang ajarannya kita pandang sebagai menyimpang dari ajaran islam,” katanya.

KH.Ahmad Hamdani Hasanudin selaku Ketua Umum MUI Kudus berpesan kepada seluruh peserta untuk “waspada terhadap aliran sesat”. Ini sangat diperlukan, melihat kondisi saat sekarang diketahui banyak muncul aliran-aliran sesat di masyarakat. Dalam kesempatannya, selain menyampaikan tugas dan peran MUI dirinya juga menjelasakan tentang 10 kriteria aliran dianggap sesat (berdasarkan hasil Rakernas MUI Pusat Tahun 2007).  Kriteria tersebut perlu diketahui dan dipahami semua umat Islam, sehingga dapat membentengi diri untuk tidak terpengaruh terhadap munculnya aliran-aliran sesat yang ada.

10 kriteria dimaksud adalah:

  1. Mengingkari Rukun Iman dan Rukun Islam;
  2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai syari’ al-Qur’an dan al-Sunnah;
  3. Menyakini turunnya wahyu setelah al-Qur’an
  4. Mengingkari otentitas atau kebenaran isi al-Qur’an;
  5. Melakukan penafsiran al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir;
  6. Mengingkari kedudukan Hadits sebagai sumber hukum Islam;
  7. Melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasulallah;
  8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir;
  9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan Syari’ah;
  10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil Syar’i

Pada kesempatan tersebut, lebih lanjut Ketua MUI juga memberikan contoh-contoh aliran sesat yang ada di Indonesia, dengan juga menjelaskan kriteria kesesatan serta fatwa kesesatannya yang telah ditetapkan Majelis Ulama Indonesia. Diantaranya adalah: JAI (Jama’at Ahmadiyah Indonesia), Agama Salamullah (lia edden), Aliran Islam Jama’ah/ Darul Hadits/ Lemkari, al-Qiyadah al-Islamiyah/Milah Ibrahim/Gafatar, dan di Kudus yang pernah ada “Sabdo Kusumo”.

Menutup kegiatan, seluruh Narasumber berpesan, yang perlu dilakukan jika mengetahui adanya indikasi ajaran sesat yang disebarluaskan (mempengaruhi, mengajak, melakukan kegiatan) adalah dengan melaporkan ke Tim PAKEM Kab. Kudus, baik itu melalui Kejari maupun Kesbangpol Kab. Kudus. Jangan anarkhis dan atau main hakim sendiri, karena kemadlaratannya akan lebih besar daripada kemaslahatan, tentunya disertai bukti-bukti pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :