Ketua PBNU Hadiri Halaqah Kebangsaan dan Pelantikan PCNU Kudus periode 2019-2024

oleh

Kudus, isknews.com – Ketua Umum PBNU Prof dr KH Said Aqil Siradj M,A. hadir pada acara Halaqah Kebangsaan dan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus periode 2019-2024, Acara yang bertemakan “Membangun kemandirian menuju satu abad NU” di laksanakan di Gedung JHK, Minggu (08/07/2019).

Turut pula hadir Bupati dan Wakil Bupati Kudus, Ketua PWNU Jateng Drs. H Muzamil, Rois Syuriyah PCNU KH M Ulil Albab, Ketua PCNU kab.kudus Drs. HM Asyrofi Masyitoh, Jajaran Forkopimda, serta para ulama NU se-Kabupaten Kudus juga hadir.

Prosesi pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PWNU Jawa Tengah KH Muzammil. Pengurus PCNU yang dilantik yakni, Ketua Tanfidziyah Asyrofi Masithoh, kemudian Musytasyar KH M Sya’roni Ahmadi, serta Rois Syuriah KH M Ulil Albab Arwani.

Ketua Umum PBNU Prof dr KH Said Aqil Siradj M,A. saat memberikan sambutan tausyyah usai pelantikan PCNU Kudus (Foto: YM)

Ketua PCNU Kudus yang baru dilantik Asyrofi Masithoh berujar, selepas pelantikan ini dirinya akan langsung mulai bekerja dan berinovasi demi kemajuan bersama. “Selepas kita semua dilantik, berarti tanggung jawab sudah mulai kita emban saat itu juga. Tidak ada dalam kamus besar kepengurusan yang tidak aktif, semua harus bergerak lebih aktif demi kemaslahatan bersama” katanya.

TRENDING :  Penyerahan Gerobag & Buka Puasa DPD Perindo Bersama Hary Tanoesoedibjo

Bupati Kudus HM. Tamzil mengawali sambutannya dengan menekankan bahwasannya di dalam majlis yang mulia ini semua dapat berkumpul untuk menjalin silaturahim sekaligus memupuk ukhuwah islamiyah serta menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.

“Saya atas nama Pemkab Kudus mengucapkan selamat pada anggota yang telah dikukuhkan sebagai pengurus cabang Nahdlatul Ulama kab kudus. Mudah mudahan dengan kepengurusan yang baru ini mampu merumuskan berbagai kebijakan organisasi yang visioner serta memiliki jangkauan strategis yang akan menjadi pola dasar dan arah bagi perjalanan kedepan”.

“Seperti yang kita tahu bahwa Nahdlotul Ulama telah dikenal masyarakat sebagai organisasi besar yang memiliki prinsip dasar, nilai,  dan jati diri yang dicerminkan melalui sikap moderat dengan menolak kekerasan dan ekstrimitas serta menghormati perbedaan dan menjamin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah yang menjadikan islam sebagai rahmatan lil alamin”, ujarnya.

“Apalagi, selama proses demokrasi yang baru berlangsung, baik pileg dan pilpres berjalan lancar dan kondusif di Kudus. Ini tak lepas dari peran serta warga NU yang telah mendinginkan situasi,” lanjutnya.

TRENDING :  Pengukuhan Pengurus dan Rakerda MUI Kudus 2018 - 2023 Digelar

Senada, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Muzammil juga mengucapkan selamat atas pelantikan Pengurus PCNU Kudus periode 2019-2024.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa keberadaan NU dan kehidupan NU tergantung pada keberlangsungan lembaga, semakin baik perjalanan NU maka semakin nyata eksistensi NU. Oleh karena itu ukhuwah harus dijaga. Salah satunya untuk menjaga eksistensi NU, kedepan akan dibentuk NU center sebagai wadah dalam organisasi tersebut.

“NU Center adalah contoh lembaga impian di cabang Kudus yang akan dimulai dari diri kita, sebentar lagi akan ada pencanangan gerakan infaq yang akan dilaksanakan di Kudus untuk kemaslahatan NU di Kudus,” tutur Tamzil.

Sementara Ketua Umum PBNU KH. Prof. Dr. Said Aqil Sirodj, dalam kata tausyiyahnya diantaranya menyampaikan, setelah 13 tahun Rasullallah SAW membangun umat di mekkah ternyata hanya mendapat pengikut 120 orang.

Lalu hijrah ke utara menuju kota Yatsrib dan mendapatkan masyarakat majemuk Plural dimana kaum Muhajirin yang berhijrah tersebut bertujuan mencari Ridlo dan memperjuangkan agama Allah.

“Kaum asli Yatsrib disebut kaum Anshor ada yang beragama islam dan Yahudi serta penyembah berhala (majemuk) yang mencintai pendatang atau kaum Muhajirin serta menghargai kaum Muhajirin memegang peranan penting di Yatsrib.

TRENDING :  Diklat Latihan Madya Se Ex Karesidenan Pati : Bentuk Relawan Relawan NU Yang Siap Dan Andal

Disana Nabi Muhammad berhasil membangun komunitas umat modern bukan diatas konstitusi agama dan suku namun diatas peradaban dan visi misi yang sama.

” Meskipun berbeda agama, suku, partai dan apapun maka tidak ada permusuhan, musuh kita adalah pelanggar hukum,” katanya menggambarkan cara Rosululloh mengelola negara.

KH. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU mengeluarkan jargon Hubbul Wathon minal Iman, “Nasionalisme bagian dari iman sehingga mati berjuang demi agama dan negara matinya syahid,” pungkasnya.

Hadir pada acara malam itu, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, Ketua PWNU Jawa Tengah b. KH. Muzammil, Bupati Kudus HM. Tamzil, MT, Wakil Bupati H.M.Hartopo. ST.,MM.,MH , Kapolres AKBP Saptono, Forkopinda, Ketua DPRD Ahmad Yusuf Roni, Sekda Samani Intokoris, Asisten Sekda dan kepala OPD, Rois Syuriyah PCNU KH. M. UliI Albab Arwani, IPNU dan IPPNU, Banser dan Ansor, Para santri dan satriwati. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :