Khusus Untuk Jurusan Pelayaran SMK Wisuda Karya Kudus tolak pendaftar PDB bertato dan bertindik

oleh -1.122 kali dibaca

KUDUS,isknews.com-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wisuda Karya Kudus, menolak atau tidak akan menerima pendaftar peserta didik baru (PDB) yang diketahui mempunyai tato di tubuhnya, dan yang telinganya ditindik (dilubangi). Ketentuan itu berlaku khusus untuk jurusan pelayaran.

Kepala SMK Wisuda Karya Drs Sudirman, membenarkan hal itu, saat dihubungi isknews.om, Rabu (17/6) di ruang kerjanya. Menurut dia, ketentuan itu tentu saja tidak hanya berlaku di sekolahya, tetapi juga di lembaga pendidikan lainnya di seluruh Indonesia, termasuk di perguruan tinggi. “Bertato dan bertindik adalah merubah bentuk fisik, karena fisik yang baik dan sehat menjadi syarat utama diterimanya pendaftar yang bersangkutan, di jurusan-jurusan khusus, diantaranya jurusan pelayaran.”

Terus meningkat

Dibukanya jurusan Pelayaran oleh SMK Wisuda Karya Kudus, katanya lanjut, yang merupakan kerjasama dengan Djarum Fondation Bakti Pendiikan dan Bank Sumitomo Jepang, ternyata mendapat respon yang positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kudus dan sekitarnya, terbukti dengan meingkatnya jumlah siswa yang mendaftar sebagai peserta didik baru (PDB), di sekolah tersebut.

Pada tahun ajaran 2015 ini, jumlah pendaftar PDB di sekolah yang dipimpinnya itu, tecatat sebanyak 200 siswa lebih, sedangan pada 2014 lalu, sekitar 120 siswa, dan yang diterima setelah dinyatakan lulus tes, sebanyak 62 siswa untuk dua kelas. Sedangkan untuk 2015 ini, dari 200 pendartar, yang akan diterima sebanyak 120 siswa, untuk empat kelas, yang terbagi atas dua kelas Jurusan Nakhoda, dan dua kelas Jurusan Teknika (Permesinan Kapal), masing 40 siswa per kelas.

Mengenai kerjasama dengan Djarum Fondation dan Bank Sumitomo Jepang, keduanya adalah sebagai pendukung penuh semua kebutuhan SMK Wisuda Karya Kudus, yang berkaitan dengan pengadaan alat-alat praktikum, dan pembangunan gedung ruang kelas. “Untuk alat-alat praktikum yang kami terima nilainya sekitar Rp 4 miliar, sedangkan gedung dua lantai, nilainya Rp 1,3 miliar, secara bertahap nantinya akan dibangun menjadi tiga lantai,” tegas Sudirman.(Darmanto Nugroho)

KOMENTAR SEDULUR ISK :