Kudus, ISKNEWS.COM – SMK Wisudha Karya sebagai salah satu sub sistem pendidikan nasional yang bertanggungjawab dalam penyiapan sumber daya manusia tingkat menengah yang handal, berorientasi kepada kebutuhan pasar dan mampu mengembangkan inovasi untuk mempengaruhi kebutuhan pasar. Sehingga dapat mewujudkan kepuasan dari para pencari kerja.
Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK menjadi salah satu komponen penting dalam mengukur keberhasilan pendidikan di SMK. Karena BKK menjadi lembaga yang berperan penting mengoptimalkan penyaluran tamatan SMK dan sebagai sumber informasi bagi para pencari kerja.
Melihat pentingnya peran BKK bagi SMK, maka diperlukan sebuah sistem yang terpadu untuk mengoptimalkan fungsi BKK di sekolah. Salah satu contohnya adalah BKK yang ada di SMK Wisudha Karya.
Dengan sistem terpadu, semua lulusan SMK Wisudha Karya dipantau dan dibina dalam proses pencarian pekerjaan. Dengan menggunakan teknologi terkini, yakni pemberian informasi lowongan pekerjaan via WhatsApp dan Facebook, para lulusan dibina untuk dapat mengikuti bursa kerja yang ada.

Dari kelas XI, siswa telah dibina mentalnya untuk siap menghadapi dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan SMK Wisudha Karya adalah dengan mendatangkan motivator dari personal dunia kerja. Upaya ini dilakukan agar siswa memiliki pola pikir positif akan dunia kerja.
Tak hanya itu, para siswa kelas XII juga dibekali dengan teknik pembuatan surat lamaran kerja dan interview kerja. Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua BKK SMK Wisudha Karya, Tony Tri Handoko, jika pihaknya telah melakukan pembinaan secara komprehensif terhadap para lulusan. Dari pembinaan teknis pembuatan lamaran kerja, interview kerja, psikotes bahkan penyaluran tenaga kerja ke sejumlah perusahan di Indonesia.
“Di sini, semua lulusan kami pandu dan bina secara penuh. Tujuannya agar semua lulusan dapat terserap ke dunia kerja dengan baik. Untuk lulusan yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi maupun yang berwirausaha, kami juga lakukan pendampingan dan pembimbingan,” kata Tony, sapaan karibnya, Rabu (18-04-2018).
Dalam kesempatan tersebut, Tony juga mengungkapkan jika BKK yang ada di SMK Wisudha Karya telah menjalankan tugasnya secara maksimal. Hal ini dibuktikan dengan record penyaluran lulusan ke berbagai perusahaan telah mencapai 75% dari total tamatan di tahun 2017. Sedangkan sisanya, 15% memutuskan untuk melanjutkan kuliah dan 10% berwirausaha maupun dalam tahap menunggu.

Dengan menggandeng 20 perusahaan di Indonesia, SMK Wisudha Karya menyalurkan para lulusannya. Tony mengatakan jika pihaknya, terus berupaya untuk melebarkan kerjasama dengan sejumlah perusahaan besar di Indonesia. Tujuannya, tak lain agar para lulusan SMK Wisudha Karya dapat cepat terserap ke dunia kerja.
“Sebagaimana harapan setiap orang tua, yang menyekolahkan anaknya di SMK yakni agar anaknya dapat segera lulus dan bekerja. Di sini kami memegang teguh amanat dari para orang tua siswa, untuk mendidik dan menghantarkannya ke dunia kerja,” ucap Tony.
Dilanjutkannya, “Jika anak cepat terserap ke dunia kerja. Maka dengan cepat pula anak tersebut dapat membantu perekonomian keluarganya. Secara tidak langsung, kami di sini juga turut berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Kudus dan sekitarnya.” (NNC/WH)












