Kisah Tukang Reparasi Kompor

oleh

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Sudah lima tahun ini, Bidin (39) warga Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, telah membuka bengkel reparasi kompor. Meski mendapatkan keahlian secara otodidak, bapak satu ayah itu mampu membenahi semua permasalahan terkait alat dapur tersebut.

Empunya kompor pun, tak perlu menanti lama kesembuhan kompor tercintanya. Cukup hanya menunggu setidaknya sepuluh menitan saja, penyakit kompor teratasi dan anda bisa kembali memasak.

TRENDING :  Harga Daging Ayam Di Pati Belum Stabil

Masalah biaya tak perlu khawatir, dengan biaya dikisaran Rp 10 – 25 ribu saja, kompor anda akan kembali terlihat baru dan fit. Biaya tersebut, tergantung akut tidaknya tingkat kerusakan dan merek kompor.

Saat ditemui wartawan di kediamannya, Kamis (12/10/2017) siang. Bidin mengaku, tidak mengalami kesulitan dalam memperbaiki kompor yang rusak. Hampir semua penyakit kronis kompor mampu dia tangani.

TRENDING :  Ratusan Anak Usia Sekolah di Pati Tak Mengenyam Pendidikan
Foto: Bidin saat membenahi kompor yang rusak . (Dok. Isknews.com)

“Gak ada kesusahan, biasanya awal membuka baut kompor rada susah karena berkerak. Keluhan yang paling sering itu apinya kecil dan pematik api mati,” jelasnya.

Tak hanya warga sekitar Kecamatan Wedarijaksa dan Trangkil saja yang mempercayakan kompornya kepada Bidin. Kali terakhir, dia mengaku mendapat pelanggan dari Kabupaten Jepara.

“Alhamdulillah dari kompor ini bisa untuk penuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anak,” katanya.

Ditambahkan, badan kompor jelek mengakibatkan kompor sering keropos dan rusak. Khususnya, banner yang terbuat dari bahan seng. Biasanya, bahan ini cuma bertahan 5 bulan saja.

TRENDING :  Desa Pondowan Masuk Enam Besar Lomba Desa Tingkat Jateng

“Berbeda dengan bahan alumunium cor dan banner kompor kuningan, memang harga kompor dengan bahan ini cukup mahal. Tapi, bahan ini mampu bertahan hingga 5 tahun selama pemakaian,” tandasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :