KKG PAI Kudus Dorong MAPSI Jadi Ajang Jaring Talenta Terbaik

oleh -272 Dilihat
Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Kudus, Purwo H. Kusumo, bersama Skretarisnya saat di wawancara awak media, Sabtu 5 September 2026. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Kudus, Purwo H. Kusumo, mendorong pelaksanaan Musabaqah Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD menjadi ajang untuk menjaring talenta-talenta terbaik di bidang pendidikan agama dan seni Islami.

Hal tersebut disampaikannya saat pembukaan MAPSI SD ke-27 tingkat Kecamatan Kota Kudus tahun 2026 yang berlangsung di SD Unggulan Muslimat NU Kudus, Sabtu (5/9/2026).

Purwo mengatakan, pelaksanaan MAPSI tingkat kecamatan merupakan tahapan awal untuk menyeleksi siswa yang nantinya berpotensi mewakili kecamatan pada tingkat Kabupaten Kudus.

“Harapannya dari masing-masing kecamatan nanti terpilih juara-juara yang memang berpotensi di tingkat kabupaten. Kemudian dari tingkat kabupaten akan dipilih yang terbaik untuk mewakili Kabupaten Kudus di tingkat provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, rangkaian MAPSI tingkat kecamatan akan dilaksanakan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kudus. Selanjutnya, para juara dari masing-masing kecamatan akan mengikuti MAPSI tingkat kabupaten yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026.

Dari kompetisi tingkat kabupaten tersebut, siswa terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 11-13 November 2026 di Kabupaten Purworejo.

“Kita ingin benar-benar terpilih anak-anak yang memang memiliki kemampuan dan potensi sehingga nantinya bisa berkompetisi dan membawa nama Kabupaten Kudus,” katanya.

Khusus pelaksanaan di Kecamatan Kota Kudus, tercatat sebanyak 482 peserta mengikuti kompetisi yang mempertandingkan 13 cabang lomba. Berbagai cabang tersebut mencakup kemampuan keagamaan, seni Islami hingga keterampilan lainnya.

Di antaranya tilawatil Quran, azan, tahfiz, cerita Islami, khitobah, praktik wudu dan salat, serta bidang teknologi seperti TIK Informatika Islami. Sejumlah cabang seni religi dan rebana juga turut diperlombakan.

Purwo menilai Kecamatan Kota memiliki potensi cukup besar dalam bidang pendidikan agama Islam. Hal itu tidak terlepas dari keberadaan sejumlah sekolah swasta berbasis Islam yang turut memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan keagamaan siswa.

“Di Kecamatan Kota ada beberapa keunggulan, di antaranya khitobah, kemudian lomba wudu dan salat. Karena di Kecamatan Kota banyak sekolah swasta Islam, potensi anak-anak dalam kegiatan PAI juga cukup baik,” ungkapnya.

Selain mencari peserta terbaik, KKG PAI Kabupaten Kudus juga memberikan perhatian terhadap proses penilaian. Purwo mengatakan pihaknya berupaya menjaga agar kompetisi berjalan secara objektif dan menghindari potensi gesekan selama perlombaan.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memilih dewan juri yang profesional serta menyiapkan panitia pendamping yang lebih teliti dalam membantu proses penilaian.

“Untuk menghindari gesekan, kami memilih juri yang profesional. Panitia pendamping juri juga harus lebih teliti dalam melakukan penilaian,” jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat perubahan mekanisme dalam pelaksanaan tahun ini. Jika pada tahun sebelumnya seluruh cabang lomba digabung, tahun ini setiap cabang lomba memiliki lokasi dan pengumuman masing-masing.

Hasil perlombaan akan diumumkan setelah proses penilaian selesai dan dilakukan komunikasi antara panitia dengan dewan juri.

Purwo juga berpesan agar dewan juri memberikan penilaian secara objektif sehingga peserta yang terpilih benar-benar berdasarkan kemampuan.

“Pesan kami, khususnya kepada dewan juri, berikan penilaian yang terbaik untuk anak-anak. Tidak ada tendensi apa-apa. Yang diambil memang benar-benar yang terbaik,” tegasnya.

Ia berharap MAPSI tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan kepercayaan dirinya dalam bidang pendidikan agama Islam.

“Yang kita harapkan adalah muncul talenta-talenta terbaik anak-anak di bidang pendidikan agama dan seni Islam, yang nantinya bisa terus dikembangkan sampai tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (AS/YM)