KKG PAI Kudus Tuntaskan Diklat Pembelajaran Mendalam, 441 Guru SD Siap Terapkan di Tahun Ajaran Baru

oleh -577 Dilihat
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna memberikan sambutan pada Penutupan Rangkaian Diklat Pembelajaran Mendalam Guru PAI SD se-Kabupaten Kudus di Kecamatan Undaan, Rabu (9/7/2026). (Foto: Istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.com – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Kudus menuntaskan rangkaian Diklat Pengembangan Kompetensi Guru PAI SD melalui pelatihan pembelajaran mendalam (deep learning), penyusunan modul ajar, dan asesmen. Kegiatan yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 9 Juli 2026 itu diikuti sebanyak 441 guru PAI SD dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kudus.

Penutupan diklat dilaksanakan di Kecamatan Undaan, tepatnya di Wetan Tanggul, Kecamatan Undaan, Kudus. Kegiatan tersebut menjadi penutup dari sembilan sesi pelatihan yang digelar secara bergilir di masing-masing kecamatan.

Ketua KKG PAI Kabupaten Kudus, Purwo H. Kusumo, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perubahan kebijakan pembelajaran yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

“Alhamdulillah hari ini merupakan kegiatan yang ke-9 sekaligus penutupan rangkaian diklat pembelajaran mendalam bagi guru PAI SD se-Kabupaten Kudus. Pelatihan ini telah berlangsung sejak 22 Juni hingga 9 Juli 2026 dan diikuti 441 peserta,” ujarnya.

Purwo menjelaskan, materi yang diberikan mencakup pembelajaran mata pelajaran PAI, penyusunan modul ajar, hingga asesmen yang disesuaikan dengan perubahan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru dari Kementerian Pendidikan.

Menurutnya, waktu pelaksanaan diklat sangat tepat karena berdekatan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh para guru dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

“Kami berharap seluruh materi yang telah diberikan bisa segera diimplementasikan kepada peserta didik. Apalagi saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru dan terdapat perubahan CP yang harus segera diterapkan di sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, KKG PAI Kabupaten Kudus juga akan melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan diklat. Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengukur efektivitas pelatihan sekaligus menjadi bahan penyempurnaan apabila kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada masa mendatang.

“Ini merupakan pelatihan pertama yang kami selenggarakan dengan cakupan seluruh guru PAI SD di Kabupaten Kudus. Nantinya akan kami evaluasi agar ke depan pelaksanaannya bisa semakin baik dan tetap berlanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna mengapresiasi terselenggaranya pelatihan pembelajaran mendalam yang telah dilaksanakan di seluruh kecamatan hingga berakhir di Kecamatan Undaan.

Ia berpesan agar para guru tidak hanya memahami materi yang diperoleh selama pelatihan, tetapi juga segera mengimplementasikannya di ruang kelas agar mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

“Bekal yang sudah diterima melalui pelatihan deep learning ini harus segera diterapkan kepada anak-anak di sekolah. Dunia pendidikan terus berkembang sehingga guru juga harus terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar pada 13 Juli mendatang, Harjuna juga mengingatkan para guru agar memberikan perhatian khusus kepada peserta didik baru, terutama siswa kelas 1 SD.

“Saya berharap Bapak dan Ibu Guru memberikan pendampingan serta bimbingan yang baik kepada anak-anak yang baru masuk sekolah agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru,” pungkasnya. (AS/YM)