KKN UMK Sosialisasikan Google Family Link, Bantu Orang Tua Atasi Anak Kecanduan Gadget

oleh -125 Dilihat
Foto: Dokumentasi KKN UMK Jepangpakis

Kudus, isknews.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muria Kudus (UMK) tahun 2025 mengadakan kegiatan sosialisasi bertema “Pembatasan Gadget pada Anak” di Aula Balai Desa Jepangpakis. Kegiatan ini memperkenalkan aplikasi Google Family Link sebagai solusi cerdas bagi orang tua dalam mengontrol penggunaan gadget oleh anak mereka, Sabtu (9/8/2025).

Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap meningkatnya penggunaan gadget secara berlebihan di kalangan anak-anak, yang sering kali berdampak pada menurunnya waktu belajar dan interaksi sosial. Dalam acara tersebut, Tim KKN UMK menjelaskan fungsi Google Family Link yang memungkinkan orang tua mengatur durasi penggunaan layar, memblokir konten yang tidak sesuai, serta memantau aktivitas online anak secara real time.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Jepangpakis, Sakroni, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa. “Ini solusi nyata bagi orang tua yang kesulitan menghadapi anak yang kecanduan gadget,” ujarnya.

Sebanyak 25 orang tua hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka dibimbing oleh 15 mahasiswa KKN lintas fakultas untuk langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi. Mulai dari proses pengunduhan, penautan akun anak, hingga pengaturan batas waktu penggunaan ponsel.

Salah satu peserta, Siti Aminah, mengaku terkejut dengan fitur-fitur yang ditawarkan aplikasi tersebut. “Ternyata ada aplikasi secanggih ini. Selama ini saya kesulitan mengambil ponsel dari anak saya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Suasana acara semakin hidup saat sesi tanya jawab berlangsung, di mana para orang tua aktif mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemahaman mereka dalam menggunakan aplikasi secara optimal.

Ketua Tim KKN, Fahrizal Alfirdaus Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi. “Kami ingin para orang tua tidak hanya melarang, tetapi juga membimbing anak agar gadget menjadi alat bantu, bukan penghambat perkembangan mereka,” jelasnya.

Acara ditutup dengan pembagian panduan praktis penggunaan aplikasi dan penyampaian rencana tindak lanjut berupa sesi pendampingan, agar para orang tua semakin mahir dalam menerapkan kontrol digital di rumah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua di Desa Jepangpakis dapat memiliki wawasan yang lebih luas dalam mengelola penggunaan teknologi oleh anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan digital yang sehat tanpa kehilangan masa kecil mereka. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :