KLH Berikan SK IPHPS 1300 Hektar diberikan KTH Sokobubuk, Pati

oleh
KLH Berikan SK IPHPS 1300 Hektar diberikan KTH Sokobubuk, Pati ISKNEWS.COM
Foto: Masyarakat Sukobubuk Gelar Tasyakuran. (Istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Masyarakat Desa Sukobubuk Kecamatan Margorejo, Pati merasa lega dan menggelar tasyakuran atas diterbitkanya SK Surat Keputusan (SK) terkait Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) di kawasan desa diwilayahnya.

Kepala Desa Sokobubuk Saman mengatakan, penerbitan SK itu adalah pada 27 Juli 2018 lalu. Saat ini, lahan juga sudah banyak yang digarap oleh warga. Hanya, secara formal penggarapan lahan tersebut mulai di buka pada hari ini (6/9/2018) yang secara langsung dibuka oleh Bupati Pati Haryanto.

“Untuk proses pengajuannya, kami baru mengajukan ke KLHK itu pada November 2017. Kemudian pada 27 Juli kemarin, SK IPHPS nya sudah diterbitkan dan secara resmi sudah bisa di garap oleh KTH Sokobubuk,” ungkapnya saat menggelar acara tasyakuran diterbitkannya SK IPHPS oleh KLHK di desa setempat, Kamis (6/9/2018).

TRENDING :  Wali Murid SD Wedusan Mulai Ajukan Pindah

Lebih lanjut, semula lahan yang diberikan oleh Kementerian LHK adalah sebanyak 1934 hektar. Akan tetapi, itu dibagi menjadi dua, yakni untuk KTH sokobubuk sebanyak 1300 Hektar dan KTH Patiayam Rejo, Kudus sebanyak 634 Hektar.

TRENDING :  Hati-hati Kendarai Motor Malam Hari, Seorang Karyawan Dibegal Kawanan Perampok
KLH Berikan SK IPHPS 1300 Hektar diberikan KTH Sokobubuk, Pati  ISKNEWS.COM
Foto: Masyarakat Sukobubuk Gelar Tasyakuran. (Istimewa)

Menurutnya, proses pengajuan itu pun mebutuhkan banyak tenaga dan pikiran. Sebab, dalam pengajuannya harus melewati dua tahap verifikasi, yakni verifikasi planologi dan orang yang akan mengarap lahan tersebut.

“Awalnya banyak masyarakat yang tidak percaya bahwa lahan ini akan bisa digarap oleh warga setempat. Tetapi setelah ada proses verifikasi itu, mereka berbondong-bondong untuk mengajukan data dan meminta agar dimasukkan dalam orang yang nantinya akan menggarap lahan itu,” imbuhnya.

TRENDING :  Diduga Tersengat Listrik, Kakek Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Sawah

Pihaknya juga mengaku sangat senang dengan diterbitkannya SK tersebut. Apalagi, 99 persen warga Sokobubuk adalah petani. Sehingga dengan adanya tambahan lahan hutan itu, warga akan semakin sejahtera, makmur dan hutan tetap terjaga kelestarianya. (WR/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :