KOMAKU UB Meriahkan Kampung Budaya 2026 Lewat Kuliner Khas Kudus dan Pesona Busana Tradisional

oleh -73 Dilihat

MALANG ISKNEWS.COM — Kampung Budaya 2026 kembali digelar di Universitas Brawijaya pada Sabtu (17/10/2026) dengan mengusung tema “Rajut Budaya, Satukan Nusantara”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM UB) melalui Kementerian Dalam Negeri ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Nusantara. Acara puncak bertajuk “Gemilang Budaya” tersebut dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Pesona Budaya Nusantara, Bazar Kebudayaan, pertunjukan Reog Ponorogo, hingga penampilan seni tradisional yang menghadirkan keberagaman budaya Indonesia dalam satu tempat.

Komunitas Mahasiswa Kudus Universitas Brawijaya (KOMAKU UB) menjadi salah satu forum daerah mahasiswa yang turut memeriahkan kegiatan ini. Melalui Bazar Kebudayaan, KOMAKU UB memperkenalkan berbagai kuliner khas Kudus, seperti jenang, keciput, permen tape, keripik sukun, dan teh khas Kudus. Tidak hanya menyajikan makanan tradisional, stan KOMAKU UB juga menampilkan dekorasi bernuansa budaya Jawa dengan kain batik, miniatur Menara Kudus, serta replika kretek yang menjadi simbol identitas Kudus sebagai “Kota Kretek”. Selain berpartisipasi dalam bazar, KOMAKU UB turut memeriahkan Pesona Busana Nusantara dengan menampilkan busana adat khas Kudus yang dilengkapi ornamen caping kalo, salah satu kerajinan tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kudus.

Suasana stan KOMAKU UB dalam Kampung Budaya 2026 yang dihiasi ornamen khas Kudus, menghadirkan nuansa budaya daerah di tengah keberagaman mahasiswa Universitas Brawijaya.

“Antusiasme para pengunjung menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi kami. Melalui Pesona Busana Nusantara dan Bazar Kebudayaan, kami membawa busana adat serta jajanan khas Kabupaten Kudus untuk diperkenalkan di Bumi Brawijaya. Saya juga ingin mengapresiasi seluruh panitia yang telah bekerja keras selama kurang lebih satu bulan untuk mempersiapkan kegiatan ini. Tentunya, seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama dan semangat teman-teman yang terlibat. Semoga kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan budaya Kabupaten Kudus, tetapi juga mempererat kebersamaan antaranggota KOMAKU UB dan forum daerah lainnya,” tutur Aiza, Steering Committee Komaku Berbudaya 2026.

Antusiasme tersebut juga dirasakan oleh para pengunjung yang hadir. Salah satu pengunjung mengungkapkan kesannya setelah mengunjungi stan KOMAKU UB. “Dari berbagai stan Kampung Budaya yang saya kunjungi, salah satu yang paling berkesan adalah KOMAKU UB (Komunitas Mahasiswa Kudus Universitas Brawijaya). Stan KOMAKU UB menghadirkan berbagai kuliner khas Kudus, seperti jenang, keciput, permen tape, keripik sukun, dan teh khas Kudus, serta hiasan yang menggambarkan identitas Kudus sebagai Kota Kretek. Mereka dengan antusias menjelaskan berbagai makanan, sejarah, dan makna di balik dekorasi yang ditampilkan sehingga saya memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai kebudayaan Kudus,” ujar Jovant Viendra, salah satu pengunjung.

Sementara itu, Devita selaku Ketua Pelaksana Komaku Berbudaya 2026 turut menyampaikan harapannya terhadap kegiatan tersebut. “Kami ingin teman-teman semua tahu bahwa Kudus punya identitas budaya yang khas. Lewat busana adat dengan ornamen caping kalo, kami ingin memperkenalkan warisan itu secara langsung kepada mahasiswa dari berbagai daerah. Senang sekali melihat sambutan hangat dari teman-teman, dan semoga ini bisa menjadi awal agar budaya Kudus semakin dikenal,” ujar Devita.

Partisipasi KOMAKU UB dalam Kampung Budaya 2026 menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa daerah dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya lokal. Kehadiran KOMAKU UB bersama berbagai forum daerah lainnya menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antarmahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal, menghargai, dan memiliki semangat untuk melestarikan kekayaan budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman.

No More Posts Available.

No more pages to load.