Usai Beraksi di SPBU Karawang, Komplotan Pembobol ATM Antar Pulau Tertangkap di Kudus

oleh
Kapolres Kudus AKBP Saptono saat menunjukkan barang bukti yang digunakan dua pelaku pembobol ATM. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dua pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus mengganjal lubang masuk kartu dengan bilah-bilah batang korek api berhasil diringkus oleh Kepolisian Polres Kudus. Mereka berhasil ditangkap setelah sempat membobol mesin ATM yang berada di SPBU Karawang Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, Senin (15/07/2019)

Keduanya merupakan komplotan pelaku antar pulau dan memang sudah menjadi incaran polisi setelah bulan Mei 2019 ada laporan nasabah sebuah bank kehilangan uang di rekening tabungan yang nilainya mencapai Rp50 juta.

Para pelaku yakni Untung Nurhasana (34) asal Kota Jambi, Provinsi Jambi, dan Andri Varianza (31) asal Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, dibekuk petugas beberapa saat setelah melakukan aksinya memperdayai seorang korban.

Penangkapan kedua pelaku tersebut terbilang berlangsung cukup cepat. Bahkan, kedua pelaku ditangkap ketika sang korban masih belum sadar kalau uangnya dalam rekening sudah dikuras oleh pelaku.

Kapolres Kudus AKBP Saptono yang melakukan gelar langsung di lokasi kejadian perkara mengungkapkan, pelaku bisa cepat dibekuk lantaran petugas sudah memburunya sejak 2 bulan sebelumnya. Berawal dari kasus yang sama, polisi akhirnya bisa mengendus aksi pelaku yang dikenal cukup piawai melakukan aksinya.

TRENDING :  Pengusaha Karaoke Divonis Denda

”Jadi, kami sudah mengincar sejak lama berdasarkan penyelidikan kasus sebelumnya. Jadi, saat ada kesempatan beraksi, petugas kami sudah mengincar untuk kemudian menangkapnya,” tandas Kapolres.

Modus kejahatannya, kata dia, dengan cara mengganjal lubang masuk kartu ATM dengan batang korek api sehingga ketika ada salah satu nasabah yang hendak melakukan transaksi kartu ATM tidak bisa diambil.

Nasabah bank yang menjadi korban, yakni Setio Utomo warga Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, ketika hendak melakukan transaksi di mesin ATM BRI di SPBU Kerawang hari ini (15/7) pukul 10.00 WIB, tidak bisa menarik kembali kartu ATM-nya.

Dua pelaku yang berada di lokasi, kemudian secara bergantian menawarkan bantuan kepada korban, namun kartu ATM korban tetap tidak bisa ditarik dan korban juga sempat memasukkan nomor PIN ATM yang secara diam-diam dilihat pelaku.

Setelah pelaku meninggalkan mesin ATM, kedua pelaku kemudian mengambil kartu ATM korban yang masih tersangkut di mesin ATM BRI kemudian mengambil uang korban senilai Rp10 juta ditransfer ke nomor rekening pelaku.

TRENDING :  Begini Kronologi Pencurian Sepeda Motor di Desa Bae Siang Tadi

Dikatakan Kapolres, modus yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya sebenarnya terbilang cukup usang. Kedua pelaku mengganjal lubang kartu ATM dengan pentol korek api kayu.

Kapolres Kudus AKBP Saptono saat menunjukkan barang bukti yang digunakan dua pelaku pembobol ATM. (Foto: YM)

Hingga datang korban bernama Susilo Utomo yang berniat mengambil uang di ATM setempat. Saat itu, korban yang bingung akibat kartu ATM nya tidak bisa keluar, didatangi oleh pelaku yang menawarkan bantuan.

“Jadi, pelaku datang seakan-akan menawarkan bantuan. Dengan cara sedemikian rupa dan tanpa disadari korban, pelaku menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM sejenis,”ujar Kapolres.

Sebelum menukar kartu ATM dengan yang palsu, pelaku juga sempat meminta korban untuk menekan nomor pin nya. Dan setelah korban pulang, pelaku pun bisa leluasa menguras uang yang ada di rekening korban.

TRENDING :  AI Anggota DPRD Kudus Bantah Digerebek Polda Jateng Saat Pesta Sabu

“Jadi, uang yang ada di rekening korban langsung ditransfer ke rekening pelaku sebanyak Rp 10 juta,” tandas Kapolres.

Menurut Kapolres, selama menjalankan aksinya, kedua pelaku diduga telah melakukan banyak aksi yang sama. Tak main-main kedua pelaku berhasil menguras uang senilai Rp50 juta.

Kedua pelaku mendapat ancaman penjara maksimal 9 tahun seusai dengan pasal 363 KHUP,” katanya.

Dalam kejadian ini, Polres Kudus berhasil mengamankan puluhan kartu ATM milik pelaku. Barang itu diamankan untuk barang bukti. “Selain itu juga kami mengamankan uang sebesar Rp10 juta, korek api dari kayu, pisau, pinset, dan satu unit kendaraan yang digunakan kedua pelaku,” kata Kapolres.

Salah seorang pelaku, UN mengatakan uang hasil aksinya tersebut selama ini digunakan untuk befoya-foya. Menurutnya, keahlian untuk membobol ATM tersebut diperolehnya dengan cara menonton video di youtube. “Ya belajarnya dari video yang ada di youtube,”tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :