Komunitas Datsun Muria Raya Kunjungi Adik Ngatminah Penderita Penyakit Autoimun Kulit

oleh -1,095 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Masih ingat adik Ngatminah yang sedang viral di media sosial? Ya, gadis yang berusia 15 tahun ini menderita penyakit autoimun kulit dari usia 8 tahun & putus sekolah pada saat dibangku SMP karena penyakit yang di deritanya selama -/+ 7 tahun.

Pada kesempatan itu, tepatnya hari minggu (1/10/17) Komunitas Datsun Muria Raya (DMR) yang anggotanya meliputi wilayah Karesidenan Pati tergerak hatinya untuk mengunjungi adik ngatminah di Pati.

Dalam kunjungannya kali tersebut Komunitas Datsun Muria Raya(DMR) juga memberikan bantuan sosial berupa perlengkapan pengobatan di antaranya Kassa Steril, Sufratull dan Nacl yang sangat di butuhkan adik ngatminah selama perawatan dan juga dalam bentuk dana sosial untuk kebutuhan sehari-hari. Hal itu dikatakan Ketua Umum Komunitas Datsun Muria Raya (DMR) kepada isknews.com

Lebih lanjut, “Donasi atau bantuan sosial tersebut kami dapat atau kumpulkan dari sumbangan beberapa member DMR & ada sebagian dari rekan-rekan komunitas datsun di luar DMR yang tergerak hatinya,” ungkapnya

Andi yang akrab disapa Bandot itu mempertegas bahwa kegiatan baksos tersebut bukan sebagai pencitraan/sekedar pengen exist, kegiatan ini memang murni selalu kami lakukan karena sudah termasuk program-program yang tertuang di dalam Anggaran Dasar (AD) Anggaran Rumah Tangga (ART), tapi timingnya (waktunya) kok pas viral tentang adik ngatminah.

“Saya juga ucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan dari komunitas Ayo Berbagi Pati (ABP), karena tanpa ada informasi dari rekan-rekan ABP tentu DMR tidak akan ada di rumah adik ngatminah,” ujarnya serius

Andi Berharap, Pemerintah daerah sekitar lebih peka terhadap warganya yang memang benar2-benar membutuhkan harus dibantu,  jangan sampai menunggu berita viral dulu baru dibantu karena itu yang sering terjadi. Ditambahkan, Dirinya juga ingin supaya warga sekitar juga ikut berperan aktif apabila ada orang-orang sekitar yang memang mmbutuhkan, karena sebenarnya di luar sana masih banyak para donatur yang ingin berbagi atau berburu pahala, namun tidak tahu siapa yang mau dibantu. (AJ

KOMENTAR SEDULUR ISK :