KPPBC Kudus Yakin Target Cukai Rp 32 Triliun Tercapai Pada Tutup Tahun 2019

oleh

Kudus, isknews.com – Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Kudus optimis realisasi penerimaan kas Negara dari sektor pabean dan cukai tahun 2019 sudah menembus angka Rp 26,40 triliun atau sekitar 83 persen dari target yang dibebankan sebesar Rp 32,66 triliun. Sisa target kurang 17 persen atau sekitar Rp 6,26 triliun diharapkan dapat terpenuhi saat tutup tahun 2019.

Kepala KPPBC Kudus Iman Prayitno mengatakan, target pabean tahun ini sebesar Rp 81,75 miliar dan cukai Rp 32,58 triliun. Berbeda dengan tahun sebelumnya, target penerimaan pabean dan cukai 2019 dengan total Rp 32,66 triliun kali ini tanpa didukung kenaikan tarif cukai rokok.

Pemerintah secara resmi baru akan menaikkan tarif cukai sebesar 23 persen dan harga eceran rokok sebesar 35 persen tahun depan.

TRENDING :  Dampak Kenaikan Cukai Harus Diantisipasi, Peredaran Rokok Ilegal

Kudus menjadi penopang terbesar penerimaan cukai sektor rokok ke kas negara setiap tahunnya. Tahun ini target penerimaan cukai hasil tembakau ditetapkan pemerintah pusat pada APBN 2019 mencapai Rp 150 triliun. Sekitar 21 persennya atau Rp 32,66 triliun dibebankan kantor bea dan cukai Kudus.

Berdasar estimasi terakhir hingga tutup tahun ini, realisasi penerimaan pabean dan cukai yang masuk mencapai 97 persen.

“Namun kami tetap berharap, target pabean dan cukai dapat terpenuhi
100 persen,” ujarnya melalui Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi
(PLI) KPPBC Kudus, Dwi Prasetyo Rini, Rabu (25/12/2019).

TRENDING :  Pelayanan OJK Semakin Membaik
Ilustrasi saat petugas KPPBC Kudus berikan sosialisasi tentang rokok ilegal (foto: istimewa)

Dalam waktu sepekan ke depan atau rentang waktu Perayaan Natal dan
Tahun Baru 2020, penerimaan pabean dan cukai diyakini meningkat cukup signifikan. Hal itu mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya, sebagian perusahaan rokok membayar cukai pada detik-detik terakhir sebelum pergantian tahun.

Selama beberapa tahun terakhir ini, target cukai yang dibebankan ke KPPBC Kudus selalu terpenuhi. Bahkan tahun 2018, target cukai yang ditetapkan pusat kepada KPPBC Kudus setelah revisi Rp 31,26 triliun, realisasinya mencapai Rp 31,34 triliun atau 100,27 persen.

Sebaliknya penerimaan pabean hanya terpenuhi Rp 79,68 miliar (44,04 persen) dari target Rp 180,95 miliar. Minimnya penerimaan pabean, tertutup oleh realisasi sektor cukai yang melebihi target.

Sedang tahun 2019 target pabean dan cukai sebesar Rp 32,66 triliun,
kenaikannya tidak terlalu signifikan dibanding realisasi tahun lalu
sebesar Rp 32,42 triliun.

TRENDING :  Target 2018 Tercapai, Bea Cukai Kudus Peroleh Penerimaan Rp 31,26 T

Salah satu upaya untuk merealisasikan target, yaitu dengan mengintensifkan pemberantasan rokok ilegal. Operasi pemberantasan memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi rokok legal.

Apabila peredaran rokok ilegal tertekan, kekosongan daerah pemasaran dapat diisi rokok legal sehingga produksinya menjadi terdongkrak.

“Kalau produksi rokok legal naik, maka pembelian cukai akan
meningkat,” terangnya.

Peredaran rokok ilegal sangat merugikan pertumbuhan industri rokok
serta merugikan negara dari sektor penerimaan cukai. Maka upaya
pemberantasan rokok ilegal terus diintensifkan untuk menekan potensi
kerugian negara karena hilangnya pendapatan dari sektor cukai. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :