KPR BTN Subsidi Percepat Pemulihan Ekonomi Negeri

oleh -492 kali dibaca
Nasabah sedang melakukan transaksi perbankan di teller BTN Kantor Cabang Kudus, Senin (15/2/2021). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Ekonomi, isknews.com –  PT Bank Tabungan Negara (BTN) tahun 2021 tetap memfokuskan pengembangan pembiayaan rumah masyarakat terutama perumahan bersubsidi, karena tahun ini diyakini menjadi tahun pemulihan bagi sektor properti dan juga dapat mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk bangkit dari krisis akibat pandemi Covid-19.

Penjabat (Pj) Branch Manager BTN Kantor Cabang Kudus, Endang Herdi menyebut, Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Bersubsidi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) diklaim mampu mempercepat pemulihan ekonomi negeri.

Sebagai upaya memitigasi dampak pandemi dan menumbuhkan perekonomian masyarakat akibat daya beli rumah rendah, Pemerintah lewat program PEN menggelontorkan untuk industri perumahan. Pasalnya, lewat sektor perumahan bisa memberikan dampak ganda untuk meningkatkan aktivitas perekonomian.

Hal itu juga dipertegas Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, yang menekankan sektor perumahan wajib berperan besar dalam mendukung mitigasi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Ketika terjadi pembangunan infrastruktur perumahan, maka bisa memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi ratusan sektor lainnya.

“Sektor properti perlu terus melakukan terobosan dan instrumen baru karena sektor ini punya multiplier effect hingga 170 industri lainnya. Kami harapkan dengan upaya tersebut dapat meningkatkan permintaan dari sektor lain sehingga mendorong pemulihan ekonomi, ” jelas Endang Herdi kepada isknews.com, Senin (15/2/2021).

Untuk rumah yang diambil dengan KPR subsidi, lanjut Herdi, harganya jauh lebih murah karena mendapat bantuan dana dari pemerintah dan juga tidak dikenakan PPN. Suku bunga yang dimiliki pun lebih rendah, sehingga cicilan rumah subsidi juga tetap karena bunganya adalah bunga flat.

“Meski memiliki ukuran luas maksimal 36 m2 atau type 36. Rumah dengan ukuran tersebut dianggap ideal untuk pasangan muda yang baru menikah. Jika nantinya pasangan itu akan memiliki anak, maka bisa membangun atau memperluas di masa depan,” paparnya.

Persyaratan KPR Subsidi dan KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan

Herdi menjabarkan, KPR Subsidi memiliki persyaratan umum, diantaranya nasabah harus berkebangsaan WNI minimal usia 21 tahun atau sudah menikah, Pemohon dan Pasangan tidak memiliki rumah, Belum Pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah, NIK terdaftar di Dukcapil, Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Memiliki Akta Nikah untuk pasangan suami istri.

Adapun syarat dari KPR Sejahtera (Subsidi) tahun 2021 diantaranya Pertama, Penghasilan maksimal pemohon dan pasangan total Rp. 8.000.000, Kedua,  Uang Muka minimum 1% dari harga rumah, Ketiga, Jangka waktu kredit maksimal 20, Keempat, Diberikan fasilitas SBUM Rp. 4.000.000, Kelima, Suku Bunga 5% selama jangka waktu kredit, dan  Keenam, Maksimal harga jual rumah Rp. 150.500.000 untuk wilayah Jateng dan DIY.

Sedangkan KPR BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) mempunyai persyaratan Pertama Uang Muka Tabungan mulai 1% dari harga rumah/RAB, Kedua Dana BP2BT diberikan dalam bentuk subsidi uang muka sebesar 45 % dari harga rumah/RAB atau dengan maksimal sebesar 40 juta, Ketiga Jangka waktu kredit maksimum 20 tahun, Keempat  Suku bunga tahun I: 10%, tahun II : 11%, tahun III: 12 %, tahun ke IV: floating, Kelima Besaran Batasan Penghasilan pemohon dan pasangan total maksimal  Rp. 6.000.000 dan Keenam Saldo Terendah Tabungan Pemohon minimal Rp 2 juta.

Caption : Aktifitas di Gedung BTN Kantor Cabang (KC) Kudus Jawa Tengah, Senin (15/2/2021). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Strategi Gaet Nasabah Baru Lewat Layanan Digital

BTN Kantor Cabang (KC) Kudus Jawa Tengah membawahi outlet Kantor Cabang Pembantu (KCP) 5 Kabupaten di Pantura timur, yakni Pati, Jepara, Demak, Rembang dan Purwodadi.

Penjabat (Pj) Branch Manager BTN Kudus, Endang Herdi menyebutkan, Dalam menggaet nasabah pihaknya mempunyai strategi tersendiri , Inisiatif program kerja harus disesuaikan dengan profil masyarakat sekitar, dirancang sesuai dengan kebutuhan calon nasabah juga sesuai dengan perkembangan jaman dan teknologi terkini, sehingga membuat calon nasabah tertarik membuka tabungan di BTN.

“Selain menjual produk, kita memberikan pelayanan terbaik. Sehingga membuat calon nasabah ‘terkesan’ dan tertarik untuk membuka tabungan di BTN,” ujarnya.

Dikatakan Herdi, Sebelum pandemi Covid-19, BTN KC Kudus giat melakukan sosialisasi untuk mengenalkan produk dan program ke masyarakat lewat berbagai instansi, sektor industri, pendidikan, dan lainnya. “Saat ini, BTN KC Kudus giat menyebarkan materi komunikasi untuk melakukan pemasaran secara digital,” terangnya.

Digital Banking sendiri merupakan layanan atau kegiatan perbankan yang dilakukan secara mandiri oleh nasabah yang bersangkutan menggunakan media elektroniknya. Sedangkan Mobile banking membantu nasabah melakukan transaksi dari manapun. Ditinjau dari fungsinya, digital banking lebih luas, sehingga nasabah dapat melakukan pembukaan dan penutupan rekening sendiri.

Pihaknya mencatat, Pengguna mobile banking dan internet banking terjadi peningkatan 50%. BTN KC Kudus juga aktif mengkampanyekan Banking From Home. Dengan dukungan penambahan fitur-fitur penting di Mobile Banking BTN, sehingga bisa memudahkan nasabah dalam transaksi sehari-hari.

“Pada tahun 2020 dimana masih dalam suasana pandemi, BTN KC Kudus mencatat, pengguna baru mobile banking sekitar 5000 nasabah dan pengguna baru Internet Banking sekitar 3000 nasabah, sebagian dari mereka adalah kaum milenial. Hingga saat ini, Nasabah aktif di BTN KC Kudus tembus sekitar 530.000 nasabah.

Transaksi E-Channel juga mengalami peningkatan 50% selama Pandemi. Selain itu, untuk transaksi-transaksi yang memungkinkan, petugas selalu mengarahkan lewat E-channel atau ATM. Saat ini penggunaan jaringan ATM BTN juga dibantu adanya ATM Merah-Putih, yang memungkinkan nasabah melakukan penarikan uang tanpa biaya admin.

Realisasi dan Pertumbuhan KPR BTN KC Kudus.

Restrukturisasi Selama Pandemi, Realisasi dan Pertumbuhan KPR BTN KC Kudus

Selama pandemi covid-19, ada sekitar 35 debitur yang telah mendapatkan restrukturisasi dari 45 debitur yang mengajukan. Sementara Fee based income BTN KC Kudus dari biaya administrasi pembayaran berbagai biller selama tahun 2020 sebesar Rp3 miliar.

Sedangkan pemohon restrukturisasi ke perseroan terdapat 35 orang dengan total outstanding sekitar 4,6 miliar.  Pencapaian laba BTN Kudus pada tahun 2019 tercatat sebesar 5,7 miliar, sedangkan untuk tahun 2020 kemarin sebesar 10,5 miliar.

Selain itu, pada tahun 2017 terdapat 362 unit debitur KPR dengan nominal realisasi Rp43.5 miliar, Tahun 2018 terdapat 566 unit debitur KPR dengan nominal realisasi Rp71.35 miliar, Tahun 2019 terdapat 555 unit debitur KPR dengan nominal realisasi Rp71.30 miliar.

Tahun 2020, debitur KPR melonjak dengan 806 unit dan realisasi Rp111,3 miliar. Sedangkan pertumbuhan selama tahun 2017 – 2020 sebanyak 45,23 persen debitur KPR dan realisasinya 56 persen. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :