Kreasi Berbahan Karung Goni Ini Disulap Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi

oleh -663 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sudah banyak ditemukan di pasaran aneka aksesoris berbahan dasar karung goni, seperti peci, tas, hingga pernak pernik lainnya. Kali ini, karung goni mulai dikreasikan menjadi barang pajangan yang ditaksir bisa bernilai sangat tinggi.

Mendapat respon yang baik di pasaran, salah satu pengrajin karung goni, Nunung Ervana, membuat variasi baru bagi para pecinta seni rupa. Dia bersama teman-temannya menyulap karung goni menjadi siluet wajah, dengan mengkombinasikan bahan sendal jepit bekas sebagai sketsa-nya.

“Ini baru kita coba sekitar awal Juni kemarin, ternyata hasilnya banyak menarik peminat,” ujar Nung, sapaan akrabnya.

Bahan lainnya, juga memanfaatkan papan triplek sebagai alasnya. Tetapi tidak meletakkan kaca untuk bagian depan figura. Sebab, dirasa oleh Nung justru kaca bisa mengurasi seni estetiknya.

“Untuk bahan-bahannya, kita pasok dari sekitaran Kudus saja,” tambahnya.

Baru satu bulan berjalan, lanjut Nung, peminat siluet wajah ini bisa menyasar hingga Jawa Barat dan Jawa Timur. Hingga saat ini, sudah ada puluhan karya tersebut yang direspon puas oleh para peminat.

Kata Nung, untuk figura siluet wajah dipatok harga mulai 200 ribu. Hal ini lantaran dalam proses pembuatannya memakan waktu hingga 3 hari. Mulai dari membuat siluet wajah, pemotongan bahan sendal jepis, pengeleman, penguasan, hingga finishing.

“Gambar pertama untuk percobaan dulu itu membuat siluet menara, terus mulai merambah jadi siluet wajah ini,” tuturnya.

Selain siluet wajah, Nung juga mengkreasikan karung goni dan bahan sendal jepit bekas menjadi seni khot. Seperti siluet wajah, figura khot ini juga laku keras di masa pandemi covid-19.

“Untuk khot nya itu banyak pesanan tulisan sholawat li khomastun KH Hasyim Asy’ari,” tandasnya.

Diharapkan, kreasi yang dibuatnya bersama teman-temannya ini bisa menjadi motivasi bagi para pengrajin lainnya. Mengingat bahwa bisnis kerajinan sempat mengalami pergolakan di masa pandemi.

Nung juga berharap bakal muncul inovasi-inovasi baru dengan memanfaatkan barang bekas lainnya. Sehingga seni dalam masyarakat bisa terus berkembang dan tetap eksis di masa pandemi sekalipun. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :