KSBSI Kudus : Wabah Covid-19 Jangan Jadi Alasan Perusahaan Tak Bayar THR Buruh

oleh

Kudus, isknews.com : Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Kudus meminta pengusaha untuk tetap memberikan THR secara penuh kepada para buruh. Meskipun ada mekanisme dalam peraturan yang membolehkan penundaan atas dasar ketidakmampuan perusahaan, namun hal tersebut harus dibuktikan oleh audit keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Kudus, Slamet Machmudi, menurutnya THR adalah hak buruh dan kewajiban pengusaha.

TRENDING :  Tanggapi Penolakan Warga Soal Karantina, Kades Dan Camat Harus Jadi Penyambung Lidah Pemkab

“THR bukan bentu “kebaikan” pengusaha terhadap buruh. THR berlaku normatif berdasarkan ketentuan pemerintah. Bukan hasil dari perundingan Bipartit. Oleh karena itu, kepatuhan kepada aturan yang berlaku di Indonesia harus ditaati oleh semua pengusaha tanpa terkecuali,” katanya, Sabtu (02/05/2020).

TRENDING :  Peringatan May Day Dengan Beramal Dan Berbagi
Ilustrasi pembagian THR di sebuah pabrik rokok di Kudus (Foto: YM)

Selama ini pemerintah terlalu longgar menerapkan aturan kewajiban pengusaha memberikan THR pada buruh. Penundaan bahkan pemberian nominal THR tidak penuh seringkali ditolerir.

“Alasan klasik diantaranya dalih kondisi perusahaan selalu tidak diikuti dengan upaya pemeriksaan audit keuangan oleh pihak pemerintah. Hal inilah yang menyebabkan buruh selalu dalam kondisi terkalahkan,” kata pria yang akrab dipanggil Mamik ini.

TRENDING :  Dampak Corona, Aktivitas Buruh Pabrik di Kudus Mulai Dikurangi

Wabah Covid 19 diprediksi akan marak pengusaha tidak memenuhi ketentuan pemberian THR buruh.

“Pemerintah harus segera mengantisipasi hal yang tidak diingkan tersebut. Dengan mensosialisasikan dan mendata perusahaan yang berpotensi tidak melaksanakan ketentuan pemberian THR,” tandas Mamik. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :