KSBSI Soroti Pemberian THR Karyawan Gentong Gotri

oleh -1,043 kali dibaca

Kudus,isknews.com – Pemberlakuan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi Pekerja diharapkan dapat konsisten terlaksana.

KSBSI mendesak Dinsosnakertrans Kudus mengantisipasi kemungkinan terjadinya pelanggaran dan gejolak buruh terkait dengan pelaksanaan THR tersebut.

Permenaker 6 tahun 2016 mewajibkan pihak pengusaha untuk memberikan THR bagi buruh yang memiliki masa kerja minimal 1 bulan.

Termasuk buruh outsourshing yang baru memiliki masa kerja 1 bulan berhak mendapatkan THR. Ketentuan baru ini berbeda dengan peraturan sebelumnya, yakni Permenaker 04 tahun 2004, yang mewajibkan pengusaha memberikan THR bagi buruh yang sudah memiliki masa kerja minimal 3 bulan. 

Pelaksanaan pemberian THR bagi buruh maksimal H-7 lebaran. Nominal THR bagi buruh dengan masa kerja 1 tahun/lebih sebesar 1 bulan upah dan tidak boleh lebih rendah dari nominal UMK yang berlaku.

Sedangkan untuk buruh yang memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun diberikan secara proporsional dengan menghitung masa kerja dibagi 12 bulan dikali 1 bulan upah.

Sosialisasi ketentuan baru terkait THR dinilai tidak maksimal dilakukan oleh Dinsosnakertrans. Realitasnya banyak sekali buruh yang masih awam dengan peraturan menteri soal pelaaksanaan THR.

image
Gambar : Ilustrasi

Jika tidak dilakukan pengawasan oleh Dinas terkait dan Serikat Pekerja setempat dipastikan pelanggaran pelaksanaan pemberian THR buruh akan terjadi.

Masih terkait pelaksanaan pemberian THR, KSBSI meminta Dinsosnakertrans mengantisipasi gejolak buruh perusahaan rokok PR. Gentong Gotri.

Meskipun nyaris tidak berproduksi, namun pihak perusahaan tetap wajib memberikan THR kepada buruh sesuai ketentuan. Sebab, hingga saat ini masih ada + 700 buruh perempuan di perusahaan tersebut yang belum diputuskan PHK sehingga masih berhak mendapatkan THR.

Rilis : Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI)Kab. Kudus

KOMENTAR SEDULUR ISK :