Covid-19 Kudus: 5252 Terkonfirmasi, 63 Dirawat, 220 Isolasi, 479 Meninggal dan 4490 Sembuh

oleh -171 kali dibaca

Kudus, isknews.com –  Perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus sampai saat ini terdapat 4612 kontak erat masih dipantau, 150 suspek, dan 81 probable. Dari 150 suspek dalam wilayah sebayak 43 dirawat dan 107 isolasi mandiri. Untuk 81 kasus probable dalam wilayah terdapat 81 kasus meninggal.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi dalam siaran pers tertulisnya, Senin (15/2/2021), mengatakan, Sampai saat ini ternotifikasi kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 5252 kasus dari dalam wilayah. Dari 5252 kasus dalam wilayah tersebut 63 kasus dirawat, 220 kasus isolasi, sembuh 4490  kasus dan meninggal 479 kasus.

Dari data tersebut terdapat penambahan 37 (tiga puluh tujuh) kasus positif Covid-19 Confirm baru berasal dari dalam wilayah.

Adapun 37 (tiga puluh tujuh) positif Covid-19 Confirm baru dari dalam wilayah, sebagai berikut (L = laki-laki dan P = perempuan)  :

1 (satu) kasus yang berasal dari Kecamatan Bae  yang terdiri dari Desa Gondangmanis (P).

2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Dawe  yang terdiri dari Desa Kajar (L) dan Desa Puyoh (P).

4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Gebog  yang terdiri dari Desa Besito (L), Desa Getassrabi (2P) dan Desa Karangmalang (P).

4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Jati  yang terdiri dari Desa Getaspejaten (L,P), Desa Megawon (L), dan Desa Pasuruhan Lor (P).

7 (tujuh) kasus yang berasal dari Kecamatan Jekulo  yang terdiri dari Desa Bulungcangkring (P), Desa Honggosoco (P), dan Desa Tanjungrejo (L, 4P).

4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Kaliwungu  yang terdiri dari Desa Banget (2P), Desa Karangampel (L), dan Desa Sidorekso (P).

6 (enam) kasus yang berasal dari Kecamatan Kota yang terdiri dari Desa Burikan (P), Desa Demaan (L), Desa kauman (P), dan Desa Singocandi (2L, P).

7 (tujuh) kasus yang berasal dari Kecamatan Mejobo  yang terdiri dari Desa Hadiwarno (P), Desa Kesambi (L), Desa Payaman (L) dan Desa Tenggeles (2L, 2P)

2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Undaan  yang terdiri dari Desa Larikrejo (2P).

Terdapat 1 (satu) kasus positif confirm covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia.

Adapun 1 (satu) kasus positif confirm covid-19  yang dinyatakan meninggal dunia, sebagai berikut :

Perempuan berusia 57 tahun berdomisili di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo. Dirawat di RSUP dr. Kariadi Semarang tanggal 5 Februari 2021 dengan penyakit penyerta.

Terdapat  35 (tiga puluh lima)  kasus yang dinyatakan sembuh.

Adapun 35 (tiga puluh lima)  kasus yang dinyatakan sembuh, sebagai berikut :

4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Bae yang terdiri dari Desa Bae (P), Desa Ngembalrejo (2P), dan Desa Pedawang (P).

1 (satu) kasus yang berasal dari Kecamatan Dawe yang terdiri dari Desa Puyoh (P).

2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Gebog  yang terdiri dari Desa Besito (P) dan Desa Jurang (P).

7 (tujuh) kasus yang berasal dari Kecamatan Jati yang terdiri dari Desa Jati Kulon (L, 2P), Desa Loram Kulon (P), Desa Megawon (L), Desa Pasuruhan Kidul (P) dan Desa Ploso (P).

4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Jekulo yang terdiri dari Desa Jekulo (L, P), Desa Pladen (P), dan Desa Sidomulyo (P).

2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Kaliwungu yang terdiri dari Desa Prambatan Kidul (L) dan Desa Prambatan Lor (P).

10 (sepuluh)  kasus yang berasal dari Kecamatan Kota yang terdiri dari Desa Barongan (P), Desa Burikan (L), Desa Kaliputu (L), Desa Mlati Norowito (L, 5P) dan Desa Rendeng (P).

3 (tiga)  kasus yang berasal dari Kecamatan Mejobo yang terdiri dari Desa Gulang (L), Desa Hadiwarno (L), dan Desa Temulus (L).

2 (dua)  kasus yang berasal dari KecamatanUndaan yang terdiri dari Desa Karangrowo (P) dan Desa Kutuk (P).

Perlu diperhatikan, penting untuk mencegah penularan atau penyebaran COVID-19 adalah tetap waspada dan disiplin mematuhi berbagai ketentuan Pemerintah. Pertama, betul-betul mematuhi social distancing (menjaga jarak sosial) dengan tidak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang sangat penting. Saat harus keluar rumah, usahakan selalu melakukan physical distancing (menjaga jarak fisik) dengan menghindari kerumunan dan menjaga jarak minimal 1-2 meter dari orang lain. Kedua, selalu memakai masker saat berada di tempat umum. Ketiga, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer selama minimal 20 detik terutama setelah menyentuh benda-benda yang disentuh banyak orang. Jangan pernah menyentuh daerah wajah terutama mata, hidung, dan mulut bila belum mencuci tangan. Keempat, selalu menerapkan etika batuk yang benar, yaitu menutup mulut dan hidung dengan tisu atau dengan lengan atas pada saat batuk, setelah itu membuang tisu ke tempat sampah tertutup dan cuci tangan dengan benar. Dan kelima, selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup sehingga daya tahan tubuh terhadap COVID-19 selalu optimal. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :