Kudus Bidik Jadi Pusat Penanganan Jantung Anak, Tak Perlu Lagi Rujuk ke Jakarta

oleh -698 Dilihat
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan dokter spesialis anak subkardiologi yang dipimpin dr. Agus Priyatno, Sp.A Subsp.Kardio(K) saat meninjau pelaksanaan skrinng penyakit jantung anak di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Sabtu (23/5/2026). (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan daerahnya menjadi pusat penanganan jantung anak di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah.

Langkah tersebut ditandai dengan dukungan penuh terhadap penguatan layanan jantung anak di RSUD dr. Loekmono Hadi hingga rencana pembangunan rumah sakit khusus jantung anak.

Upaya itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang diperingati setiap 14 Juni.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, IDAI menggelar pemeriksaan jantung anak di Pendopo Kabupaten Kudus dan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Kudus, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan pemeriksaan melibatkan tim dokter spesialis anak subkardiologi yang dipimpin dr. Agus Priyatno, Sp.A Subsp.Kardio(K).

Dari hasil pemeriksaan sementara, tercatat sekitar 118 anak di Kudus dan sekitarnya menjalani pengecekan kondisi jantung.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, layanan kesehatan jantung anak perlu diperkuat mengingat tingginya potensi kasus kelainan jantung bawaan pada anak.

“Hari ini kegiatan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia yang diwakili dr. Agus spesialis anak subkardiologi jantung. Ada sejumlah anak di Kudus dan sekitarnya yang diperiksa terkait kondisi jantungnya,” ujarnya.

Menurut Sam’ani, Pemkab Kudus berharap dr. Agus dapat membuka praktik tetap di RSUD dr. Loekmono Hadi agar masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan spesialis jantung anak tanpa harus keluar daerah.

“Kami mohon beliau bisa stay praktik di RSUD dr. Loekmono Hadi supaya pelayanan jantung anak di Kudus semakin kuat,” katanya.

Selain penguatan layanan di rumah sakit daerah, Pemkab Kudus juga membuka peluang pembangunan rumah sakit khusus jantung anak.

Pemerintah siap mendukung investasi maupun kolaborasi pelayanan kesehatan demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami mendukung jika ada pengusaha yang ingin membangun rumah sakit jantung anak di Kudus. Ini nantinya menjadi kolaborasi dengan rumah sakit-rumah sakit yang sudah ada,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberadaan layanan tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke kota besar seperti Semarang maupun Jakarta saat anak mengalami gangguan jantung.

“Kalau terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap anak, bisa diatasi di Kabupaten Kudus sendiri, tidak harus jauh-jauh ke Semarang atau Jakarta,” tegasnya.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus sejak 2018, ditemukan ratusan kasus maupun potensi kelainan jantung pada anak.

Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan sejak dini.

“Dari laporan yang ada, hampir satu di antara 100 bayi lahir memiliki potensi kelainan jantung bawaan. Karena itu deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting,” ungkapnya.

Sam’ani juga mengimbau para orang tua agar tidak panik apabila anak mengalami gangguan jantung. Ia memastikan tenaga medis dan dokter spesialis siap memberikan penanganan terbaik.

“Jangan takut, tetap semangat dan berdoa. Dokter Agus bersama tim siap membantu menangani anak-anak yang mengalami masalah jantung,” pungkasnya. (YM/YM)