Kudus Deklarasikan ODF, Stop BAB Sembarangan

oleh
Plt Bupati Kudus, HM Hartopo bersama dengan 9 camat mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Pendopo Kabupaten, Senin (2/12/2019).

Kudus, ISKNEWS.COM – Kabupaten Kudus menggelar Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Pendopo Kabupaten, Senin (2/12/2019).

Deklarasi tersebut menjadikan Kota Kretek, Kudus menjadi daerah ke 16 yang mendeklarasikan diri sebagai Kota Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Provinsi Jawa Tengah.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo mengingatkan akan pentingnya kesehatan. Ia mengajak masyarakat untuk menghindari penyakit dengan memulai berperilaku hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan bebas buang air besar sembarangan.

TRENDING :  391 Peserta Ramaikan MTQ Pelajar dan Umum Kabupaten Kudus 2019

“Kita semua patut bangga, ini merupakan hasil kerja keras Pemkab dan seluruh masyarakat Kudus untuk berprilaku hidup bersih dan sehat,” terangnya dihadapan 132 kepala desa

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto menyatakan akses kepemilikan Jamban Sehat Permanen (JSP) di Kudus sudah mencapai 100 persen. Meski dia tidak memungkiri, masih ada sejumlah masyarakat yang belum memiliki JSP. “Ada, namun tidak lebih dari 5 persen,” tegasnya.

TRENDING :  Pembukaan Latihan Camen Yudha Ghama IAIN Kudus, Ini Pesan Danramil Bae

Verifikasi tersebut dilakukan Tim Sanitaso Total Berbasis Masyarakat (STBM) Provinsi Jawa Tengah bulan Agustus lalu.

Peningkatan kepemilikan JSP akan dilakukan pihaknya dengan menggandeng Corporate  Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan di Kudus di tahun 2020.

TRENDING :  Kudus siapkan 479 armada bus untuk layani penumpang lebaran

Ia berharap seluruh masyarakat Kudus dapat memiliki jamban sehat di rumahnya. “Ini kita juga sedang ajukan STBM Awards tingkat Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Joko mengharapkan bisa menyusul Kota Semarang sebagai Kota Sehat, “Di Jawa Tengah baru Semarang yang mendeklarasikan sebagai Kota Sehat. Semoga Kudus bisa segera menyusul,” harapnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :