Kudus Jadi Pusat International Women’s Soccer Trilogy, Puncaknya Srikandi Merdeka Cup Internasional Diikuti Enam Negara

oleh -2288 Dilihat
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan pejabat terkait saat menerima audiensi dari Pesonel Djarum Foundation yang akan menggelar pertandingan Internasional sepak bola putri Srikandi Merdeka Cup pada bulan Agustus mendatang (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam memajukan sepak bola putri Indonesia kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan International Women’s Soccer Trilogy yang akan dipusatkan di Kabupaten Kudus.

Ajang yang menghadirkan tiga turnamen berjenjang tersebut bakal diikuti lebih dari seribu atlet muda, sekaligus memperkuat posisi Kudus sebagai destinasi sport tourism dan pusat pembinaan sepak bola putri nasional.

Kepastian penyelenggaraan ajang tersebut mengemuka dalam audiensi antara sejumlah inisiator penyelenggaraan International Women’s Soccer Trilogy dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (2/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan rangkaian turnamen yang akan berlangsung mulai Juni hingga Agustus 2026. Seluruh pertandingan nantinya akan dipusatkan di Super Soccer Arena (SSA) Kudus.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyambut baik dipusatkannya ajang sepak bola putri nasional dan internasional tersebut di Kota Kretek. Menurutnya, kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan suporter akan memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi daerah, mulai dari pelaku UMKM, perhotelan, transportasi, hingga destinasi wisata.

“Sport tourism Kabupaten Kudus bisa semakin meningkat. UMKM, hotel, termasuk sewa kendaraan, semua akan berdampak. Kami mengucapkan terima kasih kepada Djarum Foundation karena mengadakan kegiatan ini di Kudus,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Kudus telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan peserta dan tamu dari luar daerah maupun luar negeri. Selain pelaku UMKM, sektor perhotelan juga telah disiapkan guna mengakomodasi kebutuhan para atlet dan pendukung yang hadir selama turnamen berlangsung.

“Sejumlah hotel di Kudus dan sekitarnya sudah kami kondisikan untuk menyambut sekitar 1.500 atlet, ofisial, dan suporter. Insyaallah kapasitasnya mencukupi. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan kuliner, wisata, dan keramahan masyarakat Kudus kepada para tamu yang datang,” katanya.

International Women’s Soccer Trilogy akan diawali dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada 23-28 Juni 2026 dan dilanjutkan Hydroplus Soccer League All-Stars pada 5-12 Juli 2026. Kedua turnamen tersebut menjadi wadah pembinaan dan kompetisi bagi para pesepak bola putri muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Puncak rangkaian kegiatan akan berlangsung pada Agustus 2026 melalui Srikandi Merdeka Cup U-16. Turnamen bertaraf internasional tersebut akan menghadirkan tim-tim sepak bola putri dari enam negara, yakni Yordania, Arab Saudi, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura, serta Indonesia sebagai tuan rumah.

Kehadiran peserta dari berbagai negara itu menjadikan Kudus sebagai pusat perhelatan sepak bola putri internasional sekaligus ajang unjuk kemampuan talenta muda terbaik di kawasan Asia.

“Turnamen Srikandi Merdeka Cup ini skalanya internasional. Ada enam negara yang akan bermain di Kudus. Mari Kudus menjadi tuan rumah yang baik, menyambut tim dari luar negeri dengan santun serta menjaga ketertiban dan keamanan bersama,” kata Sam’ani.

Ia menegaskan Pemkab Kudus siap mendukung kelancaran penyelenggaraan event tersebut, termasuk melalui koordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjamin keamanan selama kompetisi berlangsung.

Perwakilan Djarum Foundation, Slamet Raharjo, menjelaskan bahwa Srikandi Merdeka Cup U-16 diperkirakan diikuti sekitar 500 peserta. Sementara jika dihitung secara keseluruhan mulai dari MilkLife Soccer Challenge All-Stars, Hydroplus Soccer League All-Stars hingga Srikandi Merdeka Cup, jumlah peserta yang datang ke Kudus diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 atlet, belum termasuk para suporter.

“Kalau dihitung dari event MilkLife All-Stars, Hydroplus All-Stars sampai Srikandi Merdeka Cup, perkiraan akan ada 1.000 sampai 1.500 peserta yang akan datang ke Kudus, itu belum termasuk suporter,” ujarnya.

Diterangkan oleh Slamet, dijadwalkan Indonesia sendiri akan mengikutkan dua timnya yakni Tim Garuda Pertiwi dan Tim Putri Nusantara.

Menurut Slamet, pemilihan Kabupaten Kudus sebagai pusat penyelenggaraan International Women’s Soccer Trilogy tidak terlepas dari sejarah pembinaan sepak bola putri yang selama ini dikembangkan Bakti Olahraga Djarum Foundation dari Kota Kretek.

Dengan dukungan fasilitas bertaraf internasional di Super Soccer Arena (SSA), pihaknya berharap rangkaian turnamen tersebut mampu melahirkan lebih banyak talenta sepak bola putri yang dapat bersaing di level dunia sekaligus semakin mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.  (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.