Kudus pada Bulan Juni 2022 Alami Inflasi 0,66 Persen, ini Pemicunya

oleh -103 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kepala Kantor BPS Kudus, Rahmadi Agus Santosa menyebutkan, Kabupaten Kudus pada bulan Juni 2022 lalu mengalami inflasi sebesar 0,66%, dengan pemicu inflasi terbesar disebabkan oleh sejumlah kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran yang menjadi pemicu inflasi, diantaranya makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,51%, kemudian penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,11%, perawatan dan jasa lainnya sebesar 0,76% serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,58%.

“Selain itu ada perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya, lalu ada pengeluaran perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kesehatan serta rekreasi, olahraga dan budaya,” kata Ir. Rahmadi dalam paparan rilis inflasi bulan Juni, Senin (4/7/2022).

Tingkat inflasi tahun kalender di Kudus lanjut dia, sebesar 4,2% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year to year) sebesar 5,2%. Ini termasuk tinggi sehingga dibutuhkan kerja keras agar dapat terkendali perekonomian masyarakat Kudus.

Adapun top komoditas penyumbang inflasi di Kudus ujar dia, adalah bawang merah menyumbang inflasi sebesar 0,173%, cabai merah 0,158%, nasi dengan lauk 0,064%, telur ayam ras 0,062% dan 0,055%.

Sedangkan top komoditas yang menyumbang deflasi tambah dia, adalah -0.092%, bawang putih -0,055%, kelapa -0,035%, angkutan antar kota -0,029% dan daging ayam ras -0,021%.

Inflasi juga terjadi di enam kota survey biaya hidup (SBH), yakni Kota Semarang (0.93%), Surakarta (0,89%), Cilacap (0,71%), Kudus (0,66%), Tegal (0,63%) dan Purwokerto (0,59%). Untuk Jawa Tengah kata Ir. Rahmadi, inflasi bulan Juni sebesar (0,85%) dan nasional sebesar (0,61%). (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :