Kungkum Sendang Iringi Pengukuhan Pengurus Perguruan Silat Pedang Mustika Kudus

oleh
Misbah Syaefudin ketua Perguruan Silat Pedang Mustika Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Para pengurus Lembaga Perguruan Seni Beladiri Pencak Silat Pedang Mustika Kabupaten Kudus malam dini hari tadi di kukuhkan, upacara pengukuhan pengurus baru periode 2019-2024 Perguruan yang pernah berjaya di era tahun 80 an itu di laksanakan di arena sendang Jibing  Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo,  Pati, Minggu (07/07/2019).

Menurut ketua  terpilih Perguruan silat Pedang Mustika,Misbah Saefudin, pemilihan Sendang Jibing sebagai tempat pelaksanaan upacara pengukuhan adalah karena  sendang itu dianggap paling layak baik dari sudut tata ritual maupun segi kebersihan air sendang.

“Dalam pengukuhan ini kita memang mencari tempat yang mata airnya langsung menuju tempat dimana nanti kita akan lakukan ritual kungkum di tengah malam, setelah kami amati di antara sendang-sendang yang ada,  sendang Jibing inilah yang kami pili,  meski lokasinya sudah masuk di wilayah Pati, namun masih dekat letaknya,” ujar Misbah sebelum pengukuhan.

Ritual Kungkum bagi pengurus Pedang Mustika Kudus dilakukan tengah malam (Foto: YM)

Menurutnya, ritual kungkum di sendang, disimbulkannya sebagai tempat menjernihkan hati yang mengalir terus-menerus dengan kemurniannya, seperti mata air yang tanpa lelah terus mengalirkan kejernihannya,

“Sedangkan ritual kungkum disimbulkan bahwa seorang pesilat disamping harus memiliki kekuatan badan atau ragawi, namun juga harus memiliki kekuatan batin atau mental, karena air sendang akan mengalirkan energi positif bagi para pesilat,” terang dia.

Usai kungkum ritual di lanjutkan dengan penyerahan panji perguruan kepada ketua serta pemotongan tumpeng.

TRENDING :  Adu Ketangkasan Dalam Pati Drag Bike 201 Meter
TRENDING :  Mantan Pebalap Road Race Ini Janji Majukan Prestasi Olahraga di Kudus

Pada sambutan arahannya, ketua memberikan pesan agar para pendekar Pedang Mustika dapat mengedepankan karakter kepribadian saling harga-menghargai, disamping memelihara kebugaran dan kesehatan fisik, juga terus mengasah prestasi.

“Kita harus selalu dapat  menanamkan nilai-nilai moral, akhlak, sportifitas, disiplin, etika sopan- santun dan saling hormat-menghormati,” ungkapnya.

Perguruan Silat Pedang Mustika didirikan pada sekitar tahun 1980 oleh Wakhid Havana yang kemudian dilanjutkan oleh Baqoh Noor Hasyim, namun seiring berjalannya waktu beberapa pendekarnya sempat terpecah lalu mendirikan beberapa padepokan sendiri.

TRENDING :  Regulasi Liga 3 Berubah Persiku Berencana Panggil Kembali Pemain Musim Lalu

“Beberapa nama padepokan silat pecahan itu kini diantaranya juga populer di kalangan dunia persilatan Kudus.  Di Pedang Mustika saya adalah ketua perguruan silat generasi ketiga,” ujar Misbah yang juga wakil ketua KONI Kudus ini.

Kini  perguruan silat Pedang Mustika sudah terdaftar pada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pengkab Kudus, dan berharap segera dapat ikut serta berkiprah dalam mempersiapkan atlet-atletnya untuk bisa meramaikan kejuaraan atau kompetisi pencak silat baik di tingkat lokal, regional maupun nasional.

“Termasuk kami juga sudah mempersiapkan sejumlah atlet pelajar agar bias ikut berlaga pada ajang Porprov 2022 mendatang, ” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :