Kurang Optimal, DPUPR Kudus Segera Benahi Sistem Tumpuan Beban Jembatan Kencing

oleh

Kudus, isknews.com – Konstruksi Jembatan Kencing yang berada di Jalan Lingkar Selatan Kudus-Jepara dinilai perlu dilakukan pembenahan, utamanya pada sistem tumpuan beban sebagai penahan getaran jembatan yang dianggap masih belum optimal.

Menurut evaluasi Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus. Jembatan yang melintang di atas Sungai Gelis, Desa Pasuruan, Kecamatan Jati dinilai semakin mengkhawatirkan. Utamanya saat volume peningkatan lalu lintas harian pada akses alternatif Jalan Lingkar Selatan Kudus-Jepara membuat goyangan akibat beban semakin terasa.

Menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Arief Budi Siswanto, saat kendaraan berat melintas di jembatan berukuran panjang 180 meter dan lebar 9 meter yang dibangun tahun 1993 goyangan sangat terasa.

“Sebenarnya, akses penghubung memang didesain agar fleksibel menghadapi tekanan baik secara vertikal maupun horizontal. Tetapi, goyangan horizontal  dirasakan semakin besar,” kata Arief Budi Siswanto, Senin (24/08/2020).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Arief Budi Siswanto dan staf saat menunjukkan sistem kontruksi di kolong jembatan Kencing (Foto: YM)

Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan memasang lateral stopper vertical di 16 titik pilar penyangga.

Menurutnya, Lateral stopper memiliki fungsi menahan displacement horisontal berlebih & mengunci posisi lateral jembatan serta anchor bolt yang menahan uplift yang mungkin terjadi pada salah satu tumpuan pada saat getaran tinggi.

“Kami akan pasang lateral stopper ini pada 4 section, tujuannya, mengurangi getaran horizontal yang terlalu besar pada jembatan dan usia jembatan diharapkan dapat lebih panjang,” imbuhnya.

Bahannya kata dia, terbuat dari karet yang biasanya sudah dicampur dengan neoprene atau aditif yang memperbaiki sifat karet alam murni dan didalamnya diselipkan berlapis pelat baja dengan ketebalan dan jarak tertentu untuk memperkuat sifat tegarnya.

“Tumpuan karet ini guna menghindari translasi dan rotasi awal yang timbul akibat deformasi struktur jembatan oleh beban mati tambahan, kami kurang tahu desain awal jembatan kala itu, mengapa tak memperhatikan hal ini,” katanya.

Perbaikan akan dilakukan usai dilakukan pembersihan lahan. Pihaknya menyayangkan di bawah jembatan digunakan untuk kandang ternak.

“Masih ada kandang ternak dibawah ini ternyata, di bawah jembatan ini harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum perbaikan,” imbuhnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk proses pembersihan tanaman dan kandang ternak.

Ditambahkan Kasi Jembatan Supriyadi, pemasangan lateral stopper diperkirakan butuh waktu dua bulan. Estimasi dana yang digunakan Rp 200 juta. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :