Lama Murid Belajar di Rumah, Guru SMP Kanisius Kudus Ekspresikan Kerinduannya

oleh -1.114 kali dibaca
Seorang guru SMP Kanisius Kudus sedang menempelkan kertas bertuliskan ruangan PTS, nama-nama siswa dan jadwal PTS di pintu kelas. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Pandemi COVID-19 membuat pemerintah untuk sementara memberlakukan aturan belajar dari rumah bagi para siswa. Kebijakan itu terus diperpanjang, dan efeknya Berbulan-bulan siswa dan guru tak bertatap muka saat proses belajar mengajar.

Hal itu ternyata menimbulkan kerinduan tersendiri bagi semua guru, termasuk aksi unik yang dilakukan jajaran pengajar di SMP Kanisius Kudus. Pihak sekolah membuat aksi unik dalam menghadap Penilaian Tengah Semester (PTS) genap tahun 2020/2021.

Pantauan isknews.com di lokasi, Mereka menyiapkan ruang ujian layaknya PTS digelar secara tatap muka, meski kenyataannya PTS pada Senin (1/3/2021) lusa masih secara daring.

Guru terlihat menempelkan kertas bertuliskan nomor ujian serta nomor ruangan di meja bangku siswa. Selain itu juga menempelkan kertas bertuliskan ruangan PTS, nama-nama siswa dan jadwal PTS berlansgung di pintu kelas.

Bahkan, di papan tulis juga terlihat banyak coretan pelajaran yang dibuat setahun yang lalu. “Ternyata sudah setahun siswa belajar di rumah. Tulisan terakhir di papan tulis sudah setahun lalu,” kata Basuki sambil senyum.

Aksi tersebut dilakukan untuk mempersiapkan jika PTS nanti sudah diperbolehkan untuk tatap muka. “Selain siswa yang rindu belajar di sekolah, kami sebagai guru juga rindu sekali siswa belajar di sekolah seperti sediakala. Jadi seandainya dalam waktu dua hari ini siswa boleh datang ke sekolah untuk melakukan PTS kami sudah siap,” katanya.

Selama pandemi ini, daring akan diikuti 250 siswa mulai kelas VII hingga kelas IX, pembelajaran di SMP Kanisius masih berjalan secara online dengan memanfaatkan aplikasi dari Google Suit for Education. Kami mempersiapkan PTS daring dengan memanfaatkan Google Meet, hal itu untuk memastikan absensi kehadiran siswa saat pelaksanaan ujian. Sebelum pelaksanaanya pun siswa juga diwajibkan melakukan absen sebelum pelaksanaan PTS.

Pihaknya juga berusaha melakukan inovasi-inovasi pembelajaran agar siswa tak merasa bosan saat belajar online dari rumah. “Sepekan sekali di hari Sabtu, kami juga luring untuk pengumpulan tugas selama satu pekan baik siswa ataupun didampingi oleh orang tua wali secara bertahap. Jadi kami tidak putus hubungan sama sekali,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :