Lancar Tanpa Perlawanan, PN Kudus Eksekusi Gudang di Desa Jepang Mejobo

oleh -2.316 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Proses eksekusi sebidang tanah dan bangunan (berupa gudang toko bangunan) di Desa Jepang Kecamatan Mejobo, Kudus pada Jumat (30/7/2021) pagi berjalan lancar dan aman.

Sebelum dilakukan eksekusi, kedua belah pihak (pihak pemohon dan termohon) didampingi kuasa hukum masing-masing mengikuti proses mediasi yang dipimpin oleh Pengadilan Negeri Kudus, di balai Desa Jepang.

Pengamatan isknews,com, sejumlah aparat keamanan dari Polres Kudus, Polsek Mejobo, TNI berjaga mengamankan jalannya mediasi.

Sebelumnya dalam mediasi tersebut, pihak termohon mengajukan beberapa permintaan penangguhan eksekusi namun ditolak oleh pemohon, dengan alasan termohon sudah berkali-kali mengajukan permintaan namun tidak ditepati janjinya.

Kuasa Hukum pemohon , Agus Nurudin menjelaskan kronologinya, Ia mengatakan awalnya termohon dan Suaminya hutang di Bank, tidak membayar tepat waktu dan akhirnya gudang dilelang sama Bank. Berkali-kali sudah dilelang sebetulnya, namun setelah itu lelang yang terakhir kalinya dibeli oleh pemohon Mustain, seharga Rp4,6 miliar.

Setelah itu pihaknya minta supaya dikosongkan, setelah itu bu Puji dan suami sudah pernah dipanggil ke pengadilan dan meminta penangguhan waktu saat itu.

“Dulunya ada opsi dia ingin membeli kembali. Ok, kita kasih waktu tiga bulan atau 4 bulan tadi itu berasumsi ingin membeli kembali. Tapi sampai waktu yang telah ditentukan, saat seperti ini cari duit juga tidak gampang, akhirnya terlewati, dan saya minta supaya segera dikosongkan. Sudah satu bulan yang lalu sudah minta pengosongan, tapi posisi pandemi seperti ini juga agak repot, sehingga di tunda, baru hari ini bisa dilaksanakan,” bebernya.

Ditambahkannya, mulai dilakukan lelang pihak Bank pada Desember 2020, dan masa jatuh tempo berakhir 1 Juli 2021.

Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1B Kudus Singgih Wahono menanggapi jika putusan pengadilan sudah berkekuatan hukum tetap, yang pada pokoknya adalah menjamin kepastian hukum dari para pencari keadilan. “yang jelas bahwa termohon dalam hal ini dengan sukarela menyerahkan obyek sengketa kepada pemohon,” ungkapnya.

Pihaknya harus mengosongkan obyek lelang dlam hal ini menyerahkan gudang toko bangunan ke pihak pemenang lelang bank, yakni kepada Mustain. “Karena wanprestasi membayar hutang dengan salah satu Bank, sehingga bangunan tersebut kemudian di lelang oleh pihak Bank, dan Mustain adalah pemenang lelang tersebut,” katanya.

Ditambahkannya, kegiatan eksekusi ini dilakukan atas keputusan Pengadilan Negeri Nomor :W 12-U8/1227/PDT 04.01/7/2021 perihal pelaksanaan eksekusi obyek lelang perkara perdata nomor 13/Pdt.Eks/2021/PN Kds terhadap sebidang tanah dan bangunan terdiri atas sertifikat hak milik (SHM) nomor 6111 dengan luas tanah 1803 meter persegi dan SHM nomor 6112 dengan luas tanah 726 meter persegi.

Kepada media ini, dia mengungkapkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat dengan keputusan pengosongan gudang tersebut.

Sementara Kapolsek Mejobo  AKP Cipto, pihaknya melakukan pengamanan saat eksekusi bersama sekitar 50-an personil Polri dan TNI, yang pada intinya setelah dilakukan mediasi, termohon sukarela dan tidak keberatan.

“Antara pihak pemohon, termohon telah dimediasi oleh pihak pengadilan di balai desa Jepang, yang intinya sudah berjalan aman dan lancar, pihak dari termohon juga tidak keberatan jika gudang di eksekusi hari ini,” jelasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :