LENTOG TANJUNG

oleh

KUDUS, ISKNEWS.COM – Banyak makanan khas yang berasal dari Kota Kudus salah satunya adalah “Lentog Kudus”, apa itu lentog Kudus?
Lentog sendiri merupakan makanan yang terdiri dari lontong yang dipotong kecil lalu di beri sayur lodeh kering, dan setelah itu disiram dengan sayur tahu dengan kuah santan. Sebagai pelengkap lentog ditaburi bawang merah goreng agar semakin sedap dan lezat. Biasanya Lentog disajikan diatas piring kecil yang di alasi dengan daun pisang, bahkan sendoknya pun berasal dari daun pisang (masyarakat Kudus biasa menyebut sebagai “suru”


Kalo bicara masalah Lentog,Desa Tanjung Karang merupakan salah satu Desa yang terkenal dengan kuliner lentog nya,biasanya masyarakat menyebut nya dengan nama Lentog Tanjung. Hal ini dikarenakan karena rata-rata penjual lentog berasal dari Desa Tanjung. Seperti yang bisa kita lihat di foto,Pemerintahan Desa Tanjung sampai membuatkan Monumen / Maskot Patung Orang dengan memikul keranjang lentog yang berlokasi di proliman trafight light Desa Tanjung.

TRENDING :  19 Puskesmas di Kudus Telah Lewati Akreditasi, Puluhan Klinik Menyusul
TRENDING :  Adu Penalti, Persiku Kudus Jr Harus Akui Keunggulan Hati Beriman Salatiga
Para penjual Lentog ini asli berasal dari Desa Tanjung Karang yang dulunya berjualan di berbagai tempat dan wilayah sampai pada akhirnya pada Tahun 2004 dibuatkan tempat khusus untuk berjualan lentog yang di kelola oleh Koperasi KOPATRA ( FOTO : ISTIMEWA )


Jika sobat IskNews.com ingin mencari Lentog langsung datang saja ke Desa Tanjung,disana sangat mudah ditemui penjual lentog di sepanjang jalan.
Terutama di Kawasan kuliner lentog tanjung Desa Tanjung Karang,Kecamatan Jati,Kabupaten Kudus tepat nya depan Lapangan sepakbola Desa Tanjung. Disini Kurang lebih ada 25 kios penjual lentog yang hampir buka setiap hari dari pukul 05.00 – 14.00 WIB, Kalao akhir pekan (sabtu-minggu) biasanya jam 11.00 pagi sudah habis.

( FOTO : ISTIMEWA )


Para penjual Lentog ini asli berasal dari Desa Tanjung Karang yang dulunya berjualan di berbagai tempat dan wilayah sampai pada akhirnya pada Tahun 2004 dibuatkan tempat khusus untuk berjualan lentog yang di kelola oleh Koperasi KOPATRA.

TRENDING :  Bea Cukai Kudus Musnahkan 18 Ton Rokok Ilegal


Untuk masalah harga nya sendiri tidak usah khawatir,karena harga per porsi dari satu piring lentog ini hanya Rp 5.000 saja. Setiap Tahunya Desa Tanjung Karang memiliki adat & budaya sendiri,tapi ini akan kita bahas pada artikel yang selanjutnya ( * )

KOMENTAR SEDULUR ISK :