Lestari Moerdijat di UMKU : Loncatan Teknologi Ubah Pola Hidup dan Tatanan Masyarakat

oleh -1,338 kali dibaca
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat dan Rektor UMKU Edi Soesanto usai menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan bersama civitas akademika, Kamis (16/11/2023) (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan bersama civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen dari kampus tersebut, Kamis (16/11/2023).

Dikatakannya, empat pilar kebangsaan tersebut yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pondasi kehidupan untuk bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Empat pilar tersebut perlu dikenalkan, dipahami dan diimplementasikan untuk menjaga keutuhan bangsa,” kata dia.

Sosialisasi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa UMKU sebagai pengenalan empat pilar kebangsaan untuk menguatkan pondasi para generasi muda sebagai penerus bangsa.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menyampaikan bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami situasi krisis multidimensi baik dari segi internal maupun eksternal. Krisis tersebut membawa bibit-bibit perpecahan yang mengancam kesatuan NKRI.

“Salah satunya loncatan teknologi yang mengubah pola hidup dan tatanan kehidupan masyarakat saat ini,” ungkap Lestari Moerdijat pada saat menyampaikan materi, Rabu 16 November 2023.

Lebih lanjut, Rerie, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa bangsa Indonesia dulunya dibentuk atas dasar kesepakatan atau konsesus.

“Ini yang perlu digarisbawahi, Indonesia lahir karena konsensus, berangkat dari semangat para pemuda yang saat itu ingin mendirikan sebuah negara,” jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya menekankan pentingnya empat pilar kebangsaan ini untuk diinterpretasikan dan diimplementasikan para generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat pilar ini menjadi pondasi sebagai pemersatu dalam bingkai kebhinekaan,” ujar Rerie.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus, Edi Soesanto, dalam sambutannya mengatakan bahwa empat pilar pondasi ini harus dikuatkan satu sama lain.

“Jika tidak, akan melemahkan salah satunya. Pancasila adalah dasar ideologi, yang perlu diyakini dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Harapannya, sambung Edy, sosialisasi ini dapat membangkitkan semangat generasi muda untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Sebenarnya ini yang menjadi tujuan sosialisasi ini, meningkatkan kesejahteraan mulai dari diri sendiri, keluarga hibgga masyarakat, khususnya di Kudus dan Indonesia pada umumnya,” ucap Edi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.