Libatkan Warga dan Sahabat Air, PDAM Kudus Bakal Tanam Puluhan Ribu Pipa Biopori

oleh

Kudus, isknews.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus akan membuat sedikitnya 10 ribu lubang biopori di sekitar sumur produksi yang selama ini dalam pengelolaannya. Sebanyak 56 sumur produksi yang ada sekarang, kondisinya mulai mengkhawatirkan karena debit air bawah tanah (ABT) yang tersedot kian hari semakin menurun.

Agar debit air terjaga kestabilannya, perlu dibuatkan tangkapan air (water catchment) melalui penanaman pipa biopori agar ketersediaan air di dalam tanah bakal terjaga, sekaligus juga bermanfaat untuk mengurangi potensi genangan banjir di daerah berpotensi terjadi genangan banjir.

“Melalui penanaman pipa biopori, kontinyuitas air di sumur produksi
yang disalurkan untuk pelanggan PDAM kami harapkan tetap aman,” ujar
Direktur PDAM Kudus, Ayatullah Humaini, disela-sela acara gathering dengan pelanggan PDAM Kudus di Bandungan, Sabtu (02/11/2019).

Lubang biopori dibuat dengan cara menanam pipa paralon empat inci
sedalam dua meter di 56 sumur produksi, masing- masing sekitar 200
buah.

TRENDING :  Press Tour PWI Kudus Kunjungi Malang Raya
Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini (Foto: YM)

Selain bertujuan untuk mengampanyekan program penyelamatan air, program peduli sosial atau CSR (corporate social responsibility) PDAM Kudus itu juga bertujuan untuk mengurangi genangan banjir di daerah setempat.

“Jangan sampai air terbuang percuma, jika bisa disimpan di dalam perut bumi untuk cadangan ketika musim kemarau tentunya harus ada upaya penyelamatan,” ujarnya.

Dengan adanya kampanye tersebut, dia berharap bisa turut menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kebiasaan membiarkan air terbuang percuma bukanlah kebiasaan yang baik. Jika masih bisa diselamatkan untuk kepentingan cadangan air pada musim kemarau kata dia, masyarakat tentunya perlu melakukan tindakan penyelamatan air.

Dalam pembuatan 10.000 biopori titik biopori tersebut akan dibuat di lahan milik warga yang memang berpotensi bisa menjaga ketersediaan air di dalam tanah.

PDAM Kudus juga akan melibatkan Sahabat Air, yakni kalangan pelajar, masyarakat peduli lingkungan, serta lembaga swadaya masyarakat di Kudus. Personel Sahabat Air itu nantinya sekaligus yang akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait biopori tersebut.

TRENDING :  Anak Didik SMKN 2 Kudus Gelar Pameran Seni Rupa Perdana

Satu pipa untuk lubang biopori membutuhkan dana sekitar Rp 30.000. Pembuatan lubang biopori yang juga untuk kelestarian lingkungan, akan melibatkan siswa sekolah dan warga sipil.

“Kita lakukan secara bertahap, mulai awal 2020,” ungkapnya. Pelaksanaan dilakukan saat intensitas dan curah hujan tinggi sekitar Januari dan Februari. Dengan begitu masuknya air ke dalam tanah menjadi lebih efektif dan maksimal.

Gerakan pembuatan puluhan ribu lubang biopori pernah dilakukan Kodim 0722 Kudus, namun dengan tujuan untuk mengatasi genangan banjir di lingkungan rumah penduduk di kawasan Kota Kretek.

Sedang pembuatan lubang biopori oleh PDAM lebih bertujuan melestarian lingkungan dengan menambah cadangan air bawah tanah untuk keperluan sumur produksi, serta sumur penduduk di sekitarnya.

TRENDING :  Diawali Kirab, Jemaat GKJ Kudus Laksanakan Ibadah Hari Raya Unduh-Unduh

Setiap tahun puluhan sumur produksi milik PDAM mengalami penyusutan. Hal itu berdampak pada pelayanan terhadap sekitar lebih dari 45 ribu
pelanggan.

Hingga saat ini, PDAM Kudus masing menggantungkan ketersediaan air baku untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan dari sumber ABT. Setidaknya masih butuh sekitar 16 sumur produksi, khusus untuk melayani kebutuhan pelanggan di daerah Kecamatan Undaan, atau Kudus bagian selatan.

Selain itu PDAM terus berupaya mencari sumber air baku permukaan. Salah satunya dipenuhi dari Waduk Logung pada tahun 2021 mendatang.

PDAM juga berencana membangun tiga embung di daerah Kecamatan Dawe dan Jati. Air baku permukaan lainnya diharapkan dipenuhi dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dadi Muria yang rencananya mulai dibangun tahun 2023 mendatang drngan memanfaatkan air bendung Klambu. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :