Lomba Mural Menjadi Sarana Pemberi Pesan Untuk Masyarakat Dalam Menyayangi Bumi & Lingkungan

oleh


Pati,ISKNEWS.COM – Hingga 30 November nanti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati menargetkan bisa mengumpulkan 20 ribu ecobrick atau bata ramah lingkungan. Ecobrick dikumpulkan masyarakat dari berbagai kalangan saat peringatan HUT Korpri dan peresmian pembukaan Alun-Alun Simpanglima Pati.
“Kami terus gencarkan upaya mengurangi sampah plastik. Mulai dari pemberdayaan bank sampah, pelarangan penggunaan kantung plastik di toko modern, hingga mengajak masyarakat mengumpulkan ecobrick,” ujar Kepala DLH Pati Purwadi di sela-sela lomba mural di Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota, Minggu (10/11) kemarin.

Lomba mural menjadi sarana memberi pesan kepada masyarakat untuk menyayangi bumi dan menyayangi lingkungan.


Sebanyak 41 kapling tembok disediakan untuk dikreasi mural pada lomba tersebut. Peserta terdiri atas kategori umum dan pelajar. Terdapat sejumlah lokasi yang dijadikan arena mural. Selain tembok pinggir Sungai Blaru, juga di tembok tepi Jalan Mr Iskandar.
Purwadi mengemukakan, lomba mural tidak kali ini saja dilakukan. Sebelumnya, DLH telah menggelarnya di Kelurahan Pati Kidul (Kecamatan Pati Kota), tembok di depan Pegadaian, dan di Dukuh Gembleb (Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati Kota).
“Mural ini memberi pesan kepada masyarakat untuk menyayangi bumi dan menyayangi lingkungan. Itu sesuai tema yang kami angkat dalam upaya mengedukasi masyarakat kali ini,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, gerakan pelestarian lingkungan diupayakan lebih massif di masyarakat. Mulai dari menjaga tumbuhan dan satwa, kesadaran tidak membuang sampah sembarangan serta mengelolanya, hingga mengurangi sampah plastik.
Dia menegaskan, Pati telah memiliki perangkat regulasi untuk pengelolaan sampah, yakni Peraturan Daerah (Perda) Pati Nomor 10 tahun 2008. Selain itu, didukung Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 33 tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.
“Oleh sebab itu kami gencarkan kampanye pengurangan sampah plastik dan cara memanfaatkannya. Ecobrick merupakan cara sederhana yang dapat dilakukan siapa pun dan efektif mengurangi sampah plastik. Ecobrick juga bermanfaat karena dapat digunakan untuk material pembuat meja dan kursi, serta tembok ,” tandasnya.
Kepala Desa Blaru Sukarman mengharapkan, kampanye kelestarian lingkungan tidak kali ini saja dilakukan secara massif. Dia meminta agar lebih banyak program yang inovatif untuk mengurangi sampah,” paparnya.
Sejauh ini, Pemerintah Desa Blaru telah menjalankan program berkait pengelolaan sampah. Di antaranya dengan pembentukan Paguyuban Sampah Bersama (PSB) dan pengelolaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS).(IN)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Pajak Bertutur, KPP Pratama Kudus Tantang Puluhan Siswa RUS Bikin Animasi Pajak