Kudus, isknews.com – MA Qudsiyyah Putra dan Putri Kabupaten Kudus menggelar Expo Kampus dan Pondok Pesantren 2026 dengan menghadirkan 35 perguruan tinggi dalam dan luar negeri, Minggu (25/1/2025), di Joglo Qudsiyyah, Pendopo Majelis Gusjigang, Jalan KHR Asnawi Kerjasan, Kudus.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 15.00 WIB tersebut mengusung tema “Menuju Kampus dan Pondok Pesantren Impian” dan diikuti sekitar 500 santri MA Qudsiyyah Putra dan Putri, serta terbuka gratis untuk masyarakat umum.

Panitia penyelenggara Expo, Muhammad Zidny Ilma, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang tahun ini telah memasuki penyelenggaraan keempat dan terus mengalami peningkatan jumlah peserta.
“Alhamdulillah expo ini rutin digelar setiap tahun. Awalnya hanya sekitar 10 sampai 20 kampus, sekarang sudah berkembang menjadi 35 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, termasuk lembaga pendidikan luar negeri dan pondok pesantren,” ujar Zidny yang juga guru BK di MA Qudsiyyah.
Pada Expo Kampus dan Pesantren 2026 ini, MA Qudsiyyah menghadirkan perguruan tinggi luar negeri yang berasal dari lima negara. Kampus tersebut antara lain Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, Universitas Al-Ahgaff Yaman, STAI Imam Syafi’i Mukalla Yaman, Universitas Ibn Tofail Maroko, serta Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah Maroko. Kehadiran kampus luar negeri tersebut merupakan hasil jejaring alumni MA Qudsiyyah yang saat ini tengah menempuh pendidikan di mancanegara.
Sementara itu, perguruan tinggi dalam negeri yang mengikuti expo berasal dari berbagai daerah. Dari wilayah Jakarta dan Bandung hadir Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Telkom University. Dari wilayah Semarang dan Salatiga turut berpartisipasi Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Politeknik Negeri Semarang, UIN Walisongo Semarang, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Wahid Hasyim, dan UIN Salatiga.
Adapun dari Yogyakarta, expo ini diikuti oleh Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, UPN Veteran Yogyakarta, serta UIN Sunan Kalijaga. Dari wilayah eks-Karisidenan Pati, hadir UIN Sunan Kudus, Universitas Muria Kudus, Universitas Muhammadiyah Kudus, ITEKES Cendekia Utama Kudus, Universitas Terbuka, UNISNU Jepara, serta STAI Al-Anwar Rembang.
Selain itu, perguruan tinggi dari wilayah lain juga turut meramaikan kegiatan ini, di antaranya Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, Institut Seni Indonesia Surakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Universitas Brawijaya Malang.
Tidak hanya perguruan tinggi, Expo Kampus dan Pesantren 2026 juga menghadirkan sejumlah lembaga pendidikan pesantren, yakni Pondok Pesantren Al-Munawwir Yogyakarta, Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Pati, serta Pondok Pesantren Wasilatul Huda Kendal.
Muhammad Zidny Ilma menambahkan, kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran masa depan pendidikan bagi para santri agar mampu menentukan langkah setelah lulus dari madrasah.
“Dengan expo ini anak-anak bisa memiliki pandangan ke depan, mau melanjutkan ke pondok pesantren atau ke perguruan tinggi. Karena yang hadir sebagian besar alumni sendiri, adik-adik kelas bisa bertanya lebih dalam dan mendapatkan motivasi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, expo ini terbukti memberi dampak positif terhadap peningkatan kualitas lulusan MA Qudsiyyah. Sejumlah alumni bahkan berhasil diterima di perguruan tinggi favorit nasional.
“Alhamdulillah, sejak adanya expo ini santri menjadi lebih berani mencoba. Tahun 2023 ada tiga santri yang diterima di Universitas Indonesia dan cukup banyak pula yang masuk Universitas Diponegoro,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu siswi kelas XII IPA MA Qudsiyyah Putri, Eka, mengaku kegiatan expo sangat membantunya menentukan pilihan studi lanjutan.
“Insya Allah saya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi dan rencananya kuliah di Kudus,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Aulia, siswi kelas XII lainnya, yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Semarang.
Dalam acara pembukaan, kegiatan dipandu oleh MC Fahrur Rozaq, S.Pd, dilanjutkan sambutan Kepala Madrasah Muh. Ali Yahya, M.Pd, sambutan Pengawas Madrasah H. Sa’uddin, S.Pd., MA, pembukaan resmi oleh H. Durrun Nafis, S.E, serta doa yang dipimpin H. Fauzul Hakim, M.Pd.
Melalui Expo Kampus dan Pesantren 2026 ini, MA Qudsiyyah Kudus berharap para santri memiliki wawasan yang luas, motivasi yang kuat, serta kesiapan matang dalam menentukan arah pendidikan dan karier masa depan. (AS/YM)








